Monday, November 2, 2026

Gagap Bukan Salah Mulut, Tapi Kelainan Otak


Apa kata sains terbaru tentang gagap, penyakit yang menyertainya, dan cara menghadapinya


Selama Ini Kita Keliru

P-p-p-ernahkah mendengar seseorang bicara t-t-t-erbata-bata, seperti ini? Lalu berpikir, "Dia pasti gugup"?   Itu salah.

Pada Oktober 2026, The New York Times memuat artikel berjudul "The New Science of Stuttering" ditulis Jack Tamisiea. Artikel itu merangkum kesepakatan ilmiah internasional. Lebih dari 30 ahli terlibat, dari psikiater, ilmuwan otak (neuroscientist), sampai ahli patologi wicara, yaitu para pakar yang menangani gangguan bicara. Mereka bernaung di bawah wadah bernama STARS (Stuttering Treatment and Research Society).

Kesimpulan mereka tegas. Gagap, orang Jawa bilang, kamisosolen, adalah kondisi yang berakar pada kerja otak.

Apa artinya? Gagap bukan sekadar kebiasaan buruk. Bukan sekadar masalah kejiwaan. Para ahli kini menyebutnya gangguan otak. Kelainan otak. Istilah ini kami sederhanakan agar mudah dicerna, jadi tidak sepenuhnya presisi secara medis. Intinya, ada sesuatu dalam cara otak mengatur bicara yang bekerja sedikit berbeda.


Gagap Jarang Datang Sendirian

Sering ada "komorbiditas"

Apa itu? Rumit? Artinya sederhana: kelainan-kelainan yang muncul bersamaan pada orang tadi, atau muncul dalam keluarga. Turunan. Gen. 

Peneliti saraf dan gen menemukan bahwa jalur saraf gagap tumpang tindih dengan jalur kondisi lain. Karena itu, gagap sering muncul bersama kelainan lain itu. Mari kita kenali satu per satu.

1. ADHD

Apa itu? ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder), sulit memusatkan perhatian. Anak dengan ADHD juga sering tampak sangat aktif dan bertindak tanpa berpikir panjang, tidak bisa  duduk tenang, di mana pun, tidak peduli, padahal ia tidak berniat nakal. 

2. Sindrom Tourette dan gangguan tic

Apa itu? Tic (orang Jawa bilang bendono) itu gerakan atau suara yang muncul tiba-tiba dan berulang, tanpa bisa dikendalikan sepenuhnya. Contohnya mengedip berkali-kali, menggerakkan mulut ke atas ke samping sehingga tampak aneh, mengangkat bahu, berdeham terus-menerus, atau mengeluarkan suara tertentu. Tic yang berupa gerakan disebut tic motorik. Tic yang berupa suara disebut tic vokal. Kalau tic motorik dan vokal muncul bersamaan dalam waktu lama, kondisi itu disebut sindrom Tourette. Beda dengan latah.

3. OCD

Apa itu? OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) adalah gangguan obsesif-kompulsif. Ada dua bagian. Obsesi adalah pikiran mengganggu yang datang terus dan sulit diusir. Kalau pintu tidak terkunci, nanti maling masuk, misalnya.  Kompulsi adalah tindakan yang terpaksa diulang untuk meredakan pikiran itu. Contohnya mencuci tangan berkali-kali karena takut kuman. Pernah mengecek kunci pintu, lalu berbalik, lalu tidak yakin, lalu balik cek kunci lagi, lima kali? Atau hitung uang, sudah dua kali, masih tidak yakin? Itu obsesi kompulsi. 

4. Kecemasan sosial

Apa itu? Kecemasan sosial (social anxiety) adalah rasa cemas  berlebihan saat harus tampil atau berinteraksi dengan orang lain. Ini lebih dari sekadar malu.

Mengapa ini penting?

Karena kondisi-kondisi ini saling berkaitan, dokter sulit menilai pasien dengan tepat. Gejala satu kondisi bisa menutupi atau memperburuk kondisi lain. Kecemasan sosial, misalnya, bisa membuat gagap makin sering muncul. Gagap yang makin sering muncul lalu membuat orang makin cemas. Lingkaran ini terus berputar.

Karena itu, penanganannya harus menyeluruh. Mengobati satu bagian saja tidak cukup.


Apakah Gagap Bisa Disembuhkan dengan Obat?

Jawaban singkatnya: belum ada obat resmi.

Sampai sekarang, FDA (Food and Drug Administration), lembaga pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, belum menyetujui satu obat pun yang khusus untuk menyembuhkan gagap.

Meski begitu, penanganan terus berkembang. Ada dua jalur besar yang saling melengkapi: terapi wicara dan pengobatan lewat obat.


Jalur Pertama: Terapi Wicara

Cara lama: berlatih lancar

Dulu, terapi gagap berfokus pada fluency-shaping, yaitu melatih agar bicara terdengar lancar. Pasien berusaha menekan atau menghilangkan setiap hambatan dalam bicara.

Kedengarannya masuk akal. Tetapi apa akibatnya?

Pendekatan ini sering dinilai melelahkan secara mental. Pasien harus memikirkan setiap kata sebelum diucapkan, bahkan sebelum membuka mulut. Bicara jadi  menguras tenaga. Orang jadi capek hanya untuk mengatakan hal sederhana.

Cara baru: menerima dulu

Terapi kini lebih condong ke pendekatan penerimaan (acceptance-based approach). Sasarannya?  Bukan lagi bicara yang sempurna lancar, tapi:

  • meningkatkan kualitas hidup,

  • mengurangi ketegangan otot yang muncul sebagai reaksi saat bicara,

  • membangun strategi agar komunikasi sehari-hari lebih mudah, sesuai tujuan masing-masing orang.

Tujuan itu bisa berbeda-beda. Ada yang ingin berani menyampaikan ide dalam rapat. Ada yang ingin bicara dengan lebih sedikit usaha fisik. Semuanya sah. Nanti kita bahas di bawah. 


Jalur Kedua: Obat dan Penelitian Baru

Obat yang dipakai "di luar aturan"

Dokter kadang meresepkan obat yang sebenarnya disetujui untuk kondisi kejiwaan lain, misalnya aripiprazole dan citalopram. Praktik ini disebut off-label, yaitu memakai obat di luar peruntukan resminya.

Mengapa obat itu dipakai? Ada bukti bahwa gagap berkaitan dengan aktivitas dopamin yang berlebihan di bagian otak bernama basal ganglia.

Dua istilah tadi perlu penjelasan:

  • Dopamin adalah zat kimia pengantar pesan di otak. Ia berperan dalam gerakan, motivasi, dan rasa senang.

  • Basal ganglia adalah kelompok struktur di bagian dalam otak. Mereka membantu mengatur gerakan, termasuk gerakan otot-otot untuk bicara.

Bayangkan dopamin sebagai arus listrik. Bila arus di satu bagian terlalu kuat, mesin bisa macet. Obat yang menahan kerja dopamin, yang disebut antagonis dopamin, diharapkan meredakan "kemacetan" itu. Pada sebagian pasien, obat-obat itu bermanfaat. Pada pasien lain, tidak. 

Riset yang masih eksperimen

Para ilmuwan juga mencoba hal-hal baru:

  • Suplemen vitamin tertentu.

  • Psilocybin, zat aktif dalam jamur psikedelik, yaitu jamur yang mempengaruhi persepsi dan kesadaran. Kadang dipakai pecandu untuk “fly”.

Perlu diingat bahwa ini baru dugaan. Jangan mencoba sendiri. Jangan gampang percaya kata orang. 


Kesimpulan Klinis: Pilih dengan Mata Terbuka

Pesan utama konsensus para ahli adalah pilihlah setelah mengetahui semuanya. Maksudnya:

  1. Keputusan pengobatan harus berdasar bukti ilmiah yang valid, bukan janji sembuh instan.

  2. Pasien perlu berdiskusi terbuka dengan dokter atau ahli terapi wicara tentang risiko dan manfaat.

  3. Pengobatan harus disesuaikan dengan tujuan pribadi. Apakah Anda ingin mengurangi ketegangan fisik? Ingin lebih berani bicara? Atau ingin berdamai dengan diri sendiri; menerima diri sendiri?


Bagian Dua: Seperti Apa "Bicara" yang Baru Itu?

Teori saja tidak cukup. Mari lihat contoh nyata.

Dengan pendekatan modern, tujuan  berubah. Bukan lagi menghilangkan gagap secara paksa; paksaan justru menambah ketegangan otot dan kecemasan. Tujuannya adalah menyampaikan pesan dengan efektif sambil mengelola ketegangan dan kecemasan sosial.

Berikut empat contoh penerapannya.


1. Mengaku di Awal

Mengapa mengaku gagap justru membantu? Karena beban untuk terdengar lancar langsung hilang. Begitu beban itu hilang, otot rahang dan dada sering mengendur dengan sendirinya. Teknik ini sangat berguna untuk kecemasan sosial, yang tadi kita bahas sebagai kondisi penyerta yang umum.

Situasi: memulai presentasi di kantor atau kelas.

Contoh ucapan:

"Selamat pagi. Sebelum saya mulai, saya ingin memberi tahu bahwa saya memiliki kondisi gagap, kamisosolen. Jadi, jika nanti saya terhenti atau mengulang suara, itu adalah bagian dari cara saya berbicara, dan saya akan tetap melanjutkan presentasi ini. Poin utama yang ingin saya sampaikan hari ini adalah..."

Kalau sudah yakin, Anda bisa membuat lelucon dari kalimat awal itu, menertawakan diri sendiri. Dan  hadirin tertawa.  Kalau berhasil, kecemasan akan turun drastis. Anjlok. 


2. Meluncur Keluar dengan Tenang (Pull-Out dan Easy Onset)

Apa yang biasanya terjadi saat gagap muncul? Banyak orang menahan napas, memejamkan mata, atau memaksa kata keluar dengan tenaga besar. Ini reaksi tambahan yang sangat melelahkan.

Terapi modern mengajarkan cara lain: "meluncur" keluar dari momen gagap dengan napas teratur dan otot rileks.

Situasi: terhenti pada kata yang sulit, misalnya kata yang dimulai dengan huruf K atau T.

Contoh ucapan:

"Saya ingin meng-k-... (jeda sejenak, tidak menahan napas, melepaskan ketegangan di rahang) ...meng-k-onfirmasi bahwa data ini sudah valid."

Catatannya penting. Fokusnya bukan menghilangkan pengulangan huruf "k". Fokusnya melakukannya tanpa ketegangan fisik yang menyakitkan.


3. Membela Diri dengan Sains

Bagaimana jika orang lain salah paham? Misalnya atasan mengira Anda kurang persiapan atau terlalu gugup. Di sinilah pemahaman ilmiah terbaru berguna. Anda bisa menjelaskan bahwa gagap adalah kondisi neurobiologis, bukan sekadar "gugup". Penjelasan ini mengurangi stigma dan tekanan dari lingkungan.

Situasi: rekan kerja atau atasan mengira Anda tidak siap atau terlalu gugup.

Contoh ucapan:

"Terima kasih atas masukannya. Saya ingin meluruskan sedikit bahwa gagap yang saya alami adalah kondisi neurobiologis bawaan, mirip dengan latah dll. Ini bukan karena saya kurang persiapan atau sedang panik. Saya hanya memproses dan memproduksi kata-kata dengan jalur saraf yang sedikit berbeda, jadi saya mungkin butuh waktu satu atau dua detik lebih lama untuk menyelesaikan kalimat ini."


4. Tetap Bicara Meski Cemas

Apa yang sering dilakukan penyandang gagap? Menghindar. Mereka tidak mengangkat tangan di rapat. Mereka enggan menelepon. Menghindar memang terasa aman, tetapi kecemasan justru makin besar.

Pendekatan berbasis penerimaan mendorong hal sebaliknya: tetap ikut berbicara. Perhatian dialihkan ke pesan, bukan ke kelancaran.

Situasi: ingin menyampaikan ide di rapat, tetapi takut gagap.

Contoh ucapan (dalam hati, atau diucapkan):

"Saya merasa cemas sekarang, dan saya mungkin akan gagap. Tapi ide saya penting untuk didengar. Saya akan mengucapkannya meskipun dengan gagap."

Lalu bicara:

"Maaf, saya butuh waktu sedikit lebih lama untuk menyelesaikan kalimat ini, tapi poin penting yang ingin saya tambahkan adalah..."


Mengapa Cara-Cara Ini Berhasil?

Menurut panduan American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), lembaga profesi terapis wicara di Amerika Serikat, dan konsensus STARS yang dikutip dalam artikel tadi, ada tiga alasannya:

  1. Harapan untuk lancar dilepas. Otak tidak lagi dipaksa masuk ke mode "lawan atau lari" (fight or flight), yaitu reaksi siaga saat merasa terancam. Mode ini memperburuk hambatan bicara.

  2. Fokus berpindah. Dari "bagaimana cara saya berbicara" menjadi "apa yang ingin saya sampaikan".

  3. Kendali kembali ke tangan sendiri. Penyandang gagap memegang narasinya sendiri. Mereka tidak lagi menjadi korban kondisinya atau penilaian orang lain.


Penutup

Jika Anda atau orang yang Anda kenal sedang menjalani terapi wicara, terapis biasanya akan menyesuaikan contoh-contoh di atas dengan tujuan pribadi yang paling relevan. Ada yang fokus mengurangi ketegangan otot leher. Ada yang fokus membangun keberanian bicara di telepon.

Satu hal yang pasti: gagap bukan kelemahan karakter. Ia adalah cara kerja otak yang berbeda, dan orang yang mengalaminya berhak didengar sampai kalimatnya selesai.

*** Sewaktu SD, saya sendiri pernah gagap. Hilang waktu sekolah menengah. Mungkin karena sering belajar meditasi. Lalu muncul OCD. Yang hilang dengan penerimaan. Nanti pintu belum dikunci?… BIAR… yo ben. Jangan-jangan uang salah hitung? … BIAR… yo ben.  


Rujukan

  • Tamisiea J. The New Science of Stuttering. The New York Times, Oktober 2026. Memuat konsensus STARS (Stuttering Treatment and Research Society).

  • Panduan American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) tentang gagap, sebagaimana dirujuk dalam berkas.

  • Alm PA. Stuttering and the basal ganglia circuits: a critical review of possible relations. J Commun Disord. 2004. Membahas kaitan gagap dengan basal ganglia dan dopamin.

  • Maguire GA, dkk. Olanzapine in the treatment of developmental stuttering: a double-blind, placebo-controlled trial. Ann Clin Psychiatry. 2010. Contoh uji klinis obat penghambat dopamin untuk gagap.


Tuesday, June 23, 2026

Sel Punca alias Stem cell: Bisa untuk apa saja?

Banyak orang bertanya2: Sebenarnya, sel punca alias stem cell itu bisa untuk mengobati penyakit apa saja? Begitu banyak iklan bertebaran di medsos. Membuat sebagian besar orang, juga dokter, bingung. Mana yang benar, mana yang tidak?  Tenang... Saya jelaskan satu demi satu. Baca pelan2 ya...

Rambut yang Dicabut Bisa Tumbuh Lagi. Mengapa?

Jawabannya: Karena ada stem cell.

Di dalam akar rambut (folikel) terdapat kumpulan sel punca, stem cell, sel yang bisa berubah menjadi sel apa saja. Sering kita sebut sel induk. Bayangkan folikel ini sebagai "pabrik" pembuat rambut.

  •  Saat kamu mencabut rambut, yang tercabut biasanya hanya batang dan sebagian akarnya, tapi "pabrik"-nya masih tertinggal aman di dalam kulit.
  • Di bagian tertentu pada pabrik ini, ada sel punca yang akan "bangun dari tidur" dan bekerja saat rambut masuk ke fase tumbuh baru, lalu memproduksi batang rambut baru.

Catatan Penting: Mencabut rambut sesekali tidak akan membuatmu botak selamanya. Namun, jika kamu mencabutnya terus-menerus selama bertahun-tahun (misalnya karena kebiasaan buruk yang dalam medis disebut trikotilomania),  "pabrik" rambutnya bisa rusak, berubah menjadi jaringan parut, dan akhirnya mati. Rambut tidak bisa tumbuh lagi.

✦───

Terapi Stem Cell: Mana yang Terbukti dan Mana yang Tidak?

Jika diurutkan dari yang paling kuat buktinya secara medis hingga yang meragukan tapi banyak dipasarkan, berikut daftarnya:


🟢 Kategori A: Bukti Sangat Kuat (Sudah Jadi Standar Medis Dunia)

1. Transplantasi Stem Cell Sumsum Tulang

Ini adalah terapi stem cell yang paling sukses dan sudah dipakai puluhan tahun. Digunakan untuk menyembuhkan:

  • Leukemia (kanker darah)
  • Limfoma (sejenis kanker getah bening)
  • Multiple myeloma (kanker sel plasma di dalam sumsum tulang)
  • Aplasia sumsum tulang (sumsum tulang "mogok kerja" dan tidak bisa memproduksi sel darah)
  • Imunodefisiensi bawaan (penyakit sejak lahir yang membuat kekebalan tubuh sangat lemah)

2. Transplantasi Stem Cell pada Mata (Limbal stem cell)

Digunakan untuk pasien yang mengalami kerusakan pada lapisan bening mata (kornea) akibat luka bakar kimia atau kecelakaan. Sel punca ditumbuhkan untuk memulihkan permukaan mata agar bisa melihat lagi.

3. Cangkok Kulit

Menggunakan sel punca dari lapisan kulit terluar untuk menumbuhkan kulit baru. Sangat berguna untuk pasien luka bakar yang sangat luas atau orang dengan kelainan genetik kulit.


🟡 Kategori B:  Bukti Cukup Kuat

4. Terapi Gen + Sel Punca untuk Penyakit Darah Bawaan

Contoh: 

  • Talasemia beta (penyakit kurang darah kronis akibat kelainan bawaan)
  • Anemia sel sabit (penyakit di mana bentuk sel darah merah abnormal, melengkung seperti sabit, dan mudah pecah). Sel punca pasien diambil, diperbaiki gennya di laboratorium, lalu dimasukkan kembali ke tubuh.

5. Penolakan Transplantasi

Keadaan pasca-transplantasi sumsum tulang, di mana sel dari donor malah "menyerang" tubuh penerima. Terapi ini membantu meredam serangan tersebut.


🟠 Kategori C: Bukti Sedang 

6. Penyakit Crohn dengan Fistula Kompleks

Penyakit Crohn adalah radang usus kronis. Fistula adalah lubang abnormal yang tembus dari usus ke kulit sekitar anus. Sel punca disuntikkan ke area tersebut untuk membantu menutup lubangnya.

7. Osteonekrosis Kepala Femur 

Kondisi di mana jaringan tulang pada bagian atas tulang paha "mati" atau rusak karena kurang aliran darah. Dapat menolong pada stadium awal.

8. Perbaikan Tulang dan Tulang Rawan Tertentu

Masih terbatas dilakukan di pusat penelitian atau rumah sakit khusus.


🔴 Kategori D: Bukti Lemah / Belum Meyakinkan

9. Osteoartritis Lutut (Pengapuran Lutut)

Sangat laris dijual secara komersial. Beberapa pasien merasa nyerinya berkurang, tapi bukti bahwa sel punca bisa menumbuhkan ulang bantalan tulang rawan yang sudah aus masih belum konsisten. Kadang menolong, kadang tidak. 

10. Penyakit Berat Lainnya 

  • Gagal Jantung
  • Stroke
  • Cedera Sumsum Tulang Belakang
  • Parkinson
  • Alzheimer
  • Diabetes Tipe 1

Banyak diteliti, tapi hasilnya masih minim, belum konsisten, dan masih tahap percobaan. Belum jadi pengobatan standar.


⚫ Kategori E: Bukti Sangat Lemah / Tidak Terbukti (Hati-hati penipuan!)

Banyak klinik kecantikan atau alternatif menawarkan sel punca untuk:

  • Anti-penuaan (Anti-aging) 
  • Kebotakan
  • Autisme 
  • Cerebral palsy (kelumpuhan otak pada anak)
  • Disfungsi ereksi
  • Penyakit ginjal atau paru kronis
  • Osteoporosis (pengeroposan tulang) 
  • Penyakit autoimun
  • "Meningkatkan imun"  
  • "Detoksifikasi"

Kesimpulan: Untuk kondisi-kondisi di atas, bukti medisnya hampir tidak ada. Beda dengan keberhasilan transplantasi sumsum tulang. Tapi kesaksian orang yang begitu banyak kadang membingungkan. Masalahnya, bagi dokter, kesaksian itu bukan bukti. 

✦───

Bagaimana dengan Terapi Sel Punca untuk Peremajaan Kulit (Anti-Aging)?

Untuk urusan awet muda, bukti ilmiah penggunaan sel punca jauh lebih lemah dibandingkan pengobatan medis standar.

  • Bukti Sedang-Lemah (Cangkok Lemak): Mengambil lemak dari tubuh pasien (yang mengandung sel punca alami) lalu menyuntikkannya ke wajah untuk mengisi volume yang kempes. Kulit memang terlihat lebih segar, tapi dokter masih berdebat apakah yang bekerja itu sel punca, atau sekadar efek "bantalan" dari lemaknya.
  • Bukti Lemah (Suntikan Sel Punca / MSC): Studi masih sedikit. Ada yang bilang kulit jadi lebih kenyal, tapi belum ada kesepakatan medis bahwa ini efektif.
  • Bukti Sangat Lemah (Eksosom, Secretome, Facial Sel Punca): Ini sangat laris di klinik estetika. Tapi buktinya kebanyakan baru sebatas percobaan di lab atau pada hewan. Istilah kerennya sering kali lebih duluan maju daripada bukti ilmiahnya pada manusia.

✨ Sebenarnya, Apa yang Paling Terbukti Ampuh untuk Peremajaan Kulit?

Jika ingin memperbaiki tanda penuaan, bukti medisnya jauh lebih kuat untuk cara-cara konvensional ini:

  1. Krim Retinoid / Tretinoin (krim turunan vitamin A untuk kulit)
  2. Tabir surya (Sunscreen) dipakai setiap hari
  3. Laser resurfacing (perawatan laser untuk memperhalus tekstur kulit)
  4. Chemical peeling (pengelupasan kulit menggunakan cairan kimia khusus yang aman)
  5. Microneedling (terapi tusuk jarum-jarum sangat halus untuk merangsang kolagen)
  6. Botulinum toxin (suntik Botox untuk melemaskan otot wajah agar kerutan hilang)
  7. Filler asam hialuronat (suntik filler untuk mengisi garis halus atau volume wajah yang kempes)

Fakta Menarik: Perawatan-perawatan konvensional di atas bekerja dengan cara membangunkan dan merangsang sel punca yang sudah ada di kulit kita sendiri secara alami, jadi kita tidak perlu repot-repot menyuntikkan sel punca dari luar.

Kesimpulan Akhir: Untuk peremajaan kulit, terapi sel punca saat ini statusnya baru "menjanjikan" tapi belum terbukti kuat. Klaim "stem cell anti-aging" di klinik-klinik estetika kebanyakan hanyalah iming-iming pemasaran yang melenceng dari fakta ilmiah saat ini.


Saturday, February 28, 2026

My Way ...



Wawancara dengan Paul Anka, si penulis lirik

+ Kamu orang yang menulis lirik My Way, kan?

.- Ya, Sinatra itu sosok yang sangat menginspirasi. Waktu itu kejadiannya begini: saya makan malam dengannya di Florida. Akhir 1960-an, dia sedang syuting film berjudul Lady in Cement.

+ Saya masih ingat judulnya.

.- Dengan judul seperti itu, bagi orang-orang seperti kami waktu itu, film itu bahkan bisa saja terasa seperti film dokumenter.

Dia mengajak saya makan malam dan berkata, “Saya akan berhenti dari dunia hiburan. Sudah cukup. Rat Pack sudah selesai. Saya lelah. Tapi saya akan membuat satu album lagi dengan Don Costa. Dia tidak pernah menuliskan lagu untuk saya.”

Padahal Don Costa adalah orang yang pertama kali menemukan saya. Saya selalu memberi dia seluruh penghargaan pada nya atas itu. Bahkan saya yang memperkenalkannya kepada Sinatra. Jadi saya bilang, “Benarkah?” Dia jawab, “Saya berhenti. Dia tidak pernah menulis lagu untuk saya.”

Waktu saya bergaul dengan Sinatra, jelas saya tidak mungkin memberinya lagu seperti Puppy Love atau Lonely Boy. Dia mungkin akan melempar saya keluar lewat jendela.

Saya kembali ke New York. Tengah malam, di apartemen saya, saya mulai menulis—secara metaforis. “ And now the end is near…” Dan lagu itu seperti menulis dirinya sendiri. Lima jam kemudian saya meneleponnya di Caesars Palace. Saya berkata, “Sir, saya punya sesuatu untuk Anda.” Dia menjawab, “Bawa kemari.”

Saya terbang ke sana. Malam berikutnya saya menyanyikannya untuk dia. Dia berkata, “Kid.” Itu panggilan akrabnya untuk saya. “Kid, saya suka. Saya akan membawakannya.”

Dua bulan kemudian dia menelepon saya dari studio di Los Angeles. “Kid, dengarkan ini.” Dia mengambil telepon dan menempelkannya ke speaker. Dan untuk pertama kalinya saya mendengar My Way. Lagu itu menjadi hit besar baginya. Dia bertahan sepuluh tahun lagi di dunia hiburan. Itu selalu membuat saya terkesan.

“Kamu orang Kanada, ya?”

“Yes, Sir.”

“Agak aneh juga seorang Kanada menulis lirik seperti itu.”

“Kenapa begitu?”

“I did it my way.” Kedengarannya sangat mirip Trump 😃 😃😊🩷💐💕

========================


"My Way"

And now, the end is near

And so I face the final curtain

My friend, I'll say it clear

I'll state my case, of which I'm certain

I've lived a life that's full

I traveled each and every highway

And more, much more than this, I did it my way

-----

The end is near, bukan berarti akan mati. Tapi dia akan mengakhiri kariernya.

Lagu aslinya lagu Perancis. 👇🏻👇🏻

https://youtu.be/qjpRSREHX1Y?si=8GjTrBNcFxofwWRA

Monday, January 12, 2026

Paus Leo mengaum

 


Paus Leo Mengecam “Semangat Perang” Dunia dalam Pidato Keras di Vatikan

Ringkasan

  • Paus Leo menyampaikan pidato tahunan pertamanya kepada para diplomat di Vatikan
  • Leo, Paus pertama asal AS, mengecam penggunaan militer untuk tujuan diplomatik
  • Paus mendesak pemerintah untuk “menghormati kehendak” rakyat Venezuela

VATIKAN, 9 Jan (Reuters) – Paus Leo pada hari Jumat mengecam penggunaan kekuatan militer sebagai sarana untuk mencapai tujuan diplomatik, dalam pidato kebijakan luar negeri tahunan yang luar biasa keras, di mana ia juga menyerukan agar hak asasi manusia dilindungi di Venezuela.

Leo, Paus pertama asal Amerika Serikat, mengatakan bahwa lemahnya organisasi-organisasi internasional dalam menghadapi konflik global merupakan “alasan khusus untuk keprihatinan”.

“Diplomasi yang mendorong dialog dan mencari konsensus di antara semua pihak sedang digantikan oleh diplomasi yang berbasis pada kekuatan,” kata Leo kepada sekitar 184 duta besar yang terakreditasi di Vatikan.

“Perang kembali menjadi tren, dan semangat untuk berperang sedang menyebar,” kata Leo, yang terpilih menjadi Paus pada bulan Mei.

“HORMATI KEHENDAK” RAKYAT VENEZUELA, KATA LEO

Merujuk pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS atas perintah Presiden Donald Trump akhir pekan lalu, Paus menyerukan agar pemerintah-pemerintah dunia “menghormati kehendak” rakyat Venezuela ke depan.

Negara-negara harus “melindungi hak asasi manusia dan hak-hak sipil” rakyat Venezuela, tambah Leo.

Komentar Leo tersebut merupakan bagian dari pidato yang kadang disebut sebagai pidato Paus tentang “keadaan dunia”. Ini adalah pidato pertama yang disampaikan oleh Leo, yang terpilih setelah wafatnya Paus Fransiskus.

Baik duta besar Amerika Serikat maupun Venezuela untuk Tahta Suci termasuk di antara para hadirin dalam acara tersebut.

Leo, yang sebelumnya adalah Kardinal Amerika Serikat Robert Prevost, selama puluhan tahun bertugas sebagai misionaris di Peru sebelum menjadi Paus. Ia sebelumnya pernah mengkritik beberapa kebijakan Trump, khususnya mengenai imigrasi, tetapi tidak menyebutkan nama presiden AS itu secara langsung dalam pidato hari Jumat.

Selama delapan bulan pertama masa kepausannya, Leo menunjukkan nada yang lebih tenang dan diplomatis dibandingkan pendahulunya, Fransiskus, yang sering menjadi sorotan media karena komentar spontan.

LEO MENGGUNAKAN NADA YANG LEBIH KERAS

Namun dalam pidato berdurasi 43 menit pada hari Jumat, Leo menggunakan nada yang lebih keras — dengan tegas mengecam konflik-konflik yang terus berlangsung di dunia, sekaligus mengecam praktik aborsi, eutanasia, dan kelahiran melalui ibu pengganti (surrogate).

Dalam bahasa yang jarang digunakan oleh seorang Paus, Leo juga memperingatkan bahwa kebebasan berekspresi sedang “menyusut dengan cepat” di negara-negara Barat.

“Sedang berkembang suatu bahasa bergaya Orwell yang baru, yang dalam upaya untuk menjadi semakin inklusif, justru berakhir dengan mengecualikan mereka yang tidak sejalan dengan ideologi-ideologi yang mendorongnya,” katanya.

Paus juga mengkritik apa yang ia sebut sebagai “bentuk diskriminasi agama yang halus” yang dialami oleh umat Kristen di Eropa dan di seluruh kawasan Amerika.


https://www.reuters.com/world/europe/pope-leo-decries-diplomacy-based-force-speech-vatican-envoys-2026-01-09/

Thursday, January 8, 2026

Kasih sayang kakak pada adiknya


Agustus 1905. Ruth Patterson umur empat belas tahun ketika dia membuat keputusan yang akan mengubah kehidupannya dan  adiknya selamanya.

Kedua orang tua mereka tewas dalam kebakaran rumah petak mereka. Ruth dan adik laki-lakinya Daniel yang baru berusia enam minggu dikirim ke sebuah panti asuhan di New York. Di sana, Ruth menerima kabar yang menghancurkan: panti itu tidak akan menempatkan seorang bayi dan seorang remaja bersama. Daniel akan dikirim ke tempat lain sampai cukup besar untuk diadopsi. Ruth akan ditempatkan sendirian.

Ruth menolak. Berontak. 

Pada pagi hari kereta api berangkat menuju Nebraska, Ruth mencuri Daniel dari ruang bayi dan menyembunyikannya di dalam sebuah tas besar dari kulit. Pengasuh mengira tas itu hanya berisi sedikit barang milik Ruth. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Ruth diam-diam telah melubangi bagian bawah tas itu untuk memberi jalan napas bagi adiknya.

Selama tiga hari, Ruth menyembunyikan adik bayinya di dekat kakinya. Ia berhasil menjaga Daniel tetap sangat tenang saat naik kereta, menenangkannya di gerbong yang berguncang, memberinya makan saat kereta berhenti malam hari, dan menggantikan popoknya di kamar kecil kereta setiap kali ada kesempatan. Setiap saat ia takut ketahuan—karena itu berarti dikirim kembali ke New York dan dipisahkan selamanya.

Bayi Daniel tidak pernah ditemukan.

Di sebuah stasiun di Nebraska, sepasang petani, keluarga Johnson, memilih Ruth untuk diasuh mereka karena terkesan oleh kekuatan dan kedewasaannya. Mereka menaikkan Ruth dan tas nya ke gerobak dan membawanya pulang. Setelah tiba di ladang pertanian, n baru lah Ruth membuka tas itu—dan memperlihatkan bayi Daniel di dalamnya.

Johnson dan  istrinya terkejut.

Dengan gemetar, Ruth menceritakan semuanya: kebakaran, aturan panti asuhan, pencurian, penyembunyian, dan ketakutannya kehilangan adiknya. Ia memohon agar mereka tidak mengirim Daniel kembali sendirian. Ketika pasangan itu memandang bayi tersebut—dan wajah Ruth yang kelelahan—mereka melihat bukan penipuan, melainkan cinta kasih yang putus asa.

Setelah berdiskusi singkat, mereka membuat keputusan.

“Kami dikirimi dua anak,” kata mereka. “Kami akan membesarkan keduanya.”

Sebuah foto tintype yang diambil hari itu juga menunjukkan Ruth, usia empat belas tahun, menggendong Daniel yang berusia enam minggu, berdiri di samping tas yang telah menyelamatkan nyawanya. Wajahnya menunjukkan kelegaan murni. Di belakang mereka, keluarga Johnson tersenyum—yang semula bersiap menerima satu anak dan memilih membuka hati untuk dua.

Ruth dan Daniel dibesarkan bersama di pertanian keluarga Johnson. Daniel memakai nama keluarga Johnson tetapi selalu mengetahui nama lahirnya—dan fakta: bahwa kakaknya telah mempertaruhkan segalanya demi menjaganya tetap aman. Ruth kemudian menikah dan tetap dekat dengan Daniel sepanjang hidupnya. Keluarga Johnson tidak pernah melaporkan tindakan Ruth, karena mereka percaya cinta lebih penting daripada aturan.

Ruth hidup sampai usia 87 tahun dan meninggal pada 1978. Daniel meninggal pada 1974 di usia 69 tahun. Mereka berbagi hampir tujuh dekade bersama karena seorang gadis remaja menolak membiarkan adiknya direnggut darinya—dan karena satu keluarga memilih belas kasih daripada kemudahan.

Dalam sebuah kesaksian pada tahun 1975, Ruth berkata sederhana:

“Foto itu menunjukkan seperti apa rupa cinta. Keputusasaan untuk tetap bersama. Kemurahan hati untuk merawat seorang bayi yang sebenarnya tidak kamu harapkan.”

** Dari Facebook.

Thursday, December 11, 2025

Penggundulan Hutan


Deforestasi itu biasa. Negara lain juga menebang hutan

Erizeli Jely Bandaro

Benar... Rusia menebang. Brasil menebang. China menebang. Kanada menebang.

Bedanya cuma satu:

Mereka menebang hutan. Kita menebang hutan dan logika.

Di China, setelah menebang, mereka menanam miliaran pohon. China adalah negara dengan kehilangan hutan cukup tinggi (12,8 juta ha pada grafik WRI). Namun China melakukan reboisasi paling besar dan paling disiplin di dunia, dengan program seperti: Great Green Wall Project (menanam miliaran pohon sejak 1978). National Forest Conservation Program. Loess Plateau Rehabilitation, salah satu proyek restorasi ekologi paling sukses secara global.

Dampak? Erosi tanah menurun hingga 70% di wilayah restorasi. Debu badai (yellow dust) dari Gurun Gobi menurun signifikan dibanding era 1990–2000. Banjir besar DAS Kuning (Huang He) yang dulu langganan, kini jauh lebih terkendali. China membuktikan deforestasi bisa diperbaiki bila negara disiplin, terukur, dan memiliki kapasitas birokrasi yang kuat.

Brasil kehilangan 73,3 juta ha sejak 2001, kedua terbesar di dunia. Tetapi periode 2005–2014 mencatat penurunan deforestasi hingga 80% setelah Penegakan hukum oleh IBAMA (badan lingkungan Brasil). Sistem satelit DETER untuk memantau pembalakan harian. Moratorium izin kedelai dan peternakan di wilayah Amazon.

Dampak? Kebakaran hutan menurun drastis. Debit sungai Amazon lebih stabil. Emisi karbon turun besar-besaran dalam satu dekade. Brasil menunjukkan bahwa kebijakan yang “keras tapi konsisten” dapat menahan kerusakan ekologis meski deforestasi historisnya besar.

Kanada kehilangan 62,6 juta ha, namun 94% hutan Kanada adalah public forest dan negara menerapkan:

• Reboisasi wajib setelah penebangan.

• Rotasi logging yang ketat.

• Scientific forest management dengan perhitungan Annual Allowable Cut.

Dampak nya ? Hampir seluruh hutan yang ditebang direstorasi kembali. Kanada tidak mengalami bencana ekstrem seperti banjir bandang atau tanah longsor skala massif akibat logging. 90% sektor logging masuk sertifikasi keberlanjutan FSC/PEFC.

Kanada membuktikan eksploitasi hutan dapat dilakukan dengan disiplin sehingga ekologinya tetap terjaga.

Sementara kita?

Begitu hutan gundul, yang kita tanam adalah alasan. Begitu ada banjir bandang, yang kita bangun adalah narasi. Begitu rakyat terseret arus, yang kita sisakan hanya foto pejabat pakai rompi oranye untuk Instagram.

Negara lain melakukan mitigasi ekologis;

kita melakukan mitigasi reputasi. Yang mereka tutup adalah lubang erosi; yang kita tutup adalah mulut kritikus. Dan ketika statistik menunjukkan Indonesia masuk 5 besar negara dengan kehilangan hutan terbesar, respons kita sederhana:

“Itu curah hujan ekstrem.”

Seolah-olah curah hujan punya hobi membawa bekas gergaji ke hutan dan menebang pohon diam-diam.

Negara lain menanam pohon untuk generasi berikutnya. Kita menanam paragraf pembelaan untuk konferensi pers berikutnya. Negara lain takut kehilangan ekosistem. Kita takut kehilangan investor sawit dan tambang. Inilah komedi ekologis paling mahal dalam sejarah republik: tragis bagi rakyat, lucu bagi elite, dan merusak bagi masa depan.

Wednesday, December 10, 2025

Israel serang Mesir

 


https://youtube.com/shorts/sRHpH_yuDQM?si=3Z2Cn9VAypOK-QFG


Israel, Inggris, Perancis gempur Mesir, dan  mundur

Ia mengucapkan satu kata, dan tiga negara langsung berperang. Tahun 1956. Inggris dan Prancis menguasai Terusan Suez milik Mesir, di tanah Mesir sendiri. Mereka mengambil 75% keuntungannya, sementara Mesir tidak mendapat apa-apa. Presiden baru Mesir, Gamal Abdel Nasser, berkata: cukup sudah.

26 Juli. Tentara Mesir menyerbu kanal itu. Semua gerbang, semua pos, semuanya. Dalam 90 menit, Terusan Suez sepenuhnya menjadi milik Mesir. Inggris dan Prancis kehilangan miliaran. PM Anthony Eden naik pitam. “Kita ambil kembali,” katanya. Lalu ia bersekongkol diam-diam dengan Prancis dan Israel.

Rencananya : Israel menyerang Mesir lebih dulu. Inggris dan Prancis pura-pura jadi penjaga perdamaian. Setelah itu, ketiganya bersama-sama merebut kanal.

  • 29 Oktober, pasukan Israel masuk ke Mesir.
  • 30 Oktober, Inggris dan Prancis menuntut kedua pihak mundur.
  • 5 November, kapal perang Inggris dan Prancis tiba di Terusan Suez. Mesir terkepung. 
Konspirasi mereka terlihat akan berhasil... Lalu dua telepon menghancurkan semuanya.

Presiden AS, Eisenhower, menelpon: “Kalian berbohong. Mundur, atau aku jatuhkan nilai pound sterling.” Artinya: ekonomi Inggris ambruk besok pagi.

Presiden Soviet menelpon: “Mundur, atau kami kirim rudal ke London dan Paris.” Kedua negara adidaya itu takut Mesir berpindah kubu.

Ekonomi Inggris tidak mampu menahan tekanan finansial AS. Eropa tidak berani menanggung ancaman nuklir Soviet. Dalam hitungan hari, mereka semua mundur. PM Eden mundur dengan malu. Beberapa bulan kemudian, ia benar-benar hancur secara politik.

Mesir mempertahankan Terusan Suez. Sampai hari ini, kanal itu tetap milik Mesir.


Mengapa Eisenhower "membela" Mesir?

Itu demi kepentingan AS :

  • Dia ingin terlihat anti-kolonialisme, setelah PD 2.
  • Untuk mencegah pengaruh Soviet, karena Soviet mendekati Mesir
  • Stabilitas minyak Timur Tengah, kalau dibiarkan, negara2 Arab akan marah pada Amerika
  • Penegasan kepemimpinan Amerika setelah PD II. Inggris disuruh minggir. Dan memang selanjutnya dunia diperintah Amerika.

l