Friday, November 6, 2026

Rumah Sakit Pertama di Dunia

 


Menelusuri Jejak Rumah Sakit Terorganisasi Pertama di Dunia

Bayangkan Anda sakit. Anda pergi ke rumah sakit. Ada dokter. Ada perawat. Ada obat. Semuanya teratur.

Namun, tahukah Anda bahwa fasilitas medis lengkap yang kita nikmati hari ini tidak muncul begitu saja dalam semalam, melainkan merupakan hasil evolusi panjang peradaban manusia selama ribuan tahun?

Pertanyaannya: di mana rumah sakit pertama di dunia dibangun?

Jawabannya tidak sesederhana yang Anda kira. Mari kita bongkar sejarahnya.

Pertama di Eropa?

Banyak orang mengira rumah sakit modern berawal dari Eropa pada abad pertengahan. Faktanya? Eropa justru tertinggal cukup jauh.

Lalu, di mana awalnya?

Bicara tentang fasilitas kesehatan pertama yang disponsori oleh negara, kita harus terbang ke Asia Selatan. Tepatnya Sri Lanka, abad ke-4 Sebelum Masehi. Catatan kuno mencatat, Raja Pandukabhaya membangun tempat perawatan khusus (sivikasotthi sala) di berbagai wilayah. Ini adalah langkah awal yang brilian. Namun, ini belum bisa disebut "rumah sakit" dalam pengertian modern.

Lalu, Siapa yang Membangun Rumah Sakit Pengajaran Pertama?

Kita harus terbang ke Persia, Iran. Tepatnya ke kota kuno bernama Gundeshapur pada tahun 271 Masehi.

Di sini, Raja Syapur I membangun sesuatu yang luar biasa. Ia mendirikan akademi medis raksasa. Dokter-dokter dari Yunani, India, Suriah, dan Persia berkumpul di satu tempat. Mereka tidak hanya merawat pasien. Mereka juga meneliti dan mengajar.

Inilah yang diakui oleh para sejarawan medis global sebagai teaching hospital atau rumah sakit pengajaran pertama di dunia!

Tapi, Di Mana Sistem Rumah Sakit Publik yang Benar-Benar Terorganisasi dengan Baik? 

Jawabannya ada di Peradaban Islam pada masa Keemasan. Mereka menyebutnya Bimaristan. Bukan sekadar tempat orang sakit menumpang tidur. Dia adalah institusi raksasa yang dikelola dengan standar tinggi. Pada tahun 805 Masehi di Baghdad, dan kemudian disempurnakan di Kairo pada 872 Masehi lewat Rumah Sakit Ibn Tulun, dunia menyaksikan sistem kesehatan publik paling canggih di zamannya.

Apa yang membuatnya begitu spesial dan teratur?

Segalanya diatur dengan sangat ketat. Ada bangsal khusus untuk penyakit dalam. Ada ruang bedah yang terpisah. Ada apotek raksasa untuk meracik obat. Bahkan, ada musik yang dimainkan secara rutin untuk menenangkan pasien yang mengalami gangguan jiwa.

Dan yang paling menakjubkan? Perawatannya 100% gratis untuk semua orang, tanpa memandang agama, ras, atau status sosial. Saat pasien pulang, mereka bahkan sering kali diberi uang saku untuk masa pemulihan.

Bagaimana dengan Dunia Barat?

Sementara itu, di belahan dunia Barat, sejarah berjalan dengan ritme yang berbeda. Pada abad ke-4 Masehi, seorang tokoh bernama Basilius dari Caesarea (kini wilayah Turki) membangun kompleks yang disebut Basiliad. Ini adalah rumah sakit amal pertama di dunia Kristen yang menggabungkan perawatan medis profesional dan penginapan bagi kaum miskin. Ini adalah cikal bakal rumah sakit berbasis amal di Eropa, meski skalanya belum sebesar Bimaristan di Timur.

Kesimpulan: Sebuah Warisan Bersama

Jadi, cikal bakal rumah sakit ada di Sri Lanka. Masih sederhana. Tapi rumah sakit yang rada modern pertama di dunia ada di Persia, Iran dan  Baghdad. Irak.  Dia memiliki bangsal khusus, dan terorganisir dengan ketat, itu adalah warisan emas dari peradaban Islam.

Sejarah kesehatan dunia bukanlah cerita tentang satu tempat tunggal. Ini adalah mozaik indah di mana berbagai peradaban saling mewariskan ilmu untuk menyelamatkan nyawa manusia.

Jadi, saat Anda berbaring di ranjang rumah sakit modern yang nyaman hari ini, ingatlah satu hal: Anda sedang beristirahat di atas fondasi sejarah yang dibangun oleh jenius-jenius dari ribuan tahun lalu.

Wednesday, November 4, 2026

PERANCIS jajah Afrika. Sampai sekarang


 


🅙🅔🅙🅐🅚 🦶🏼🦶🏼🦶🏼🦶🏼

🅚🅞🅛🅞🅝🅘🅐🅛🅘🅢 🤛🏼



Antara tahun 1958 dan 1961, Perancis melakukan sesuatu yang mengerikan, namun tidak pernah mereka tuangkan dalam satu dokumen resmi. Perancis memaksa 14 negara Afrika untuk menandatangani apa yang kini disebut "Pakta Kelanjutan Kolonisasi Negara-Negara Afrika Francophone". Itulah harga sebenarnya yang harus mereka bayar demi kemerdekaan.

Semua bermula pada tahun 1958. Perancis sadar bahwa kerajaan kolonial lama sudah tamat. Ghana sudah lebih dulu merdeka. Aljazair sedang berperang melawan Perancis. Maka, Charles de Gaulle pun merancang rencana baru agar tetap relevan secara politik dan ekonomi. Pada 28 September 1958, ia menyuruh para pemimpin seluruh wilayah jajahan Perancis di Afrika untuk memberikan suara.

Pilihan yang harus dipilih

Pilihannya sederhana: jika kalian memilih 'ya', kalian bergabung dengan Komunitas Perancis. Kalian dapat bendera negara, bebas, kalian dapat simbol negara. Tapi Perancis tetap menguasai uang kalian, militer kalian, dan kebijakan luar negeri kalian. Jika memilih 'tidak', kalian langsung merdeka saat ini juga, tapi kami akan menarik kembali segalanya.

Dua belas pemimpin memilih 'ya'. Hanya satu orang yang berani berkata 'tidak'. Namanya Ahmed Sékou Touré dari Guinea. Ia berkata, "Kami memilih bebas dalam kemiskinan daripada kaya dalam perbudakan." Setelah itu, Guinea resmi merdeka pada 2 Oktober 1958. Dan de Gaulle pun murka. Ia ingin menghukum Guinea untuk memberi pelajaran bagi negara-negara lain.

Pada hari kemerdekaan, ia memerintahkan seluruh warga Perancis untuk hengkang dalam waktu 48 jam. Sebelum pergi, mereka menghancurkan apa saja yang bisa dihancurkan. Mereka mencabut lampu dari sekolah-sekolah. Mereka membakar obat-obatan di rumah sakit. Mereka membakar arsip kantor. Mereka memutus jaringan telepon. Mereka bahkan membawa pergi peta jaringan pipa air di Conakry, berikut pipa-pipa bawah tanahnya. Itulah peringatan keras dari Perancis.

Kemudian, mulai tahun 1960, 14 negara meraih kemerdekaan: Kamerun, Togo, Mali, Madagaskar, Benin, Niger, Burkina Faso, Pantai Gading, Chad, Kongo, Gabon, Senegal, dan Mauritania. Namun, sebelum mereka menerima bendera kebangsaannya, setiap pemimpin diterbangkan ke Paris untuk menemui satu orang: Jacques Foccart, "orang kepercayaan" de Gaulle untuk urusan Afrika.

Neokolonialisme baru

Foccart meletakkan dokumen di depan mereka yang disebut sebagai "Perjanjian Kerja Sama" dan berkata, "Tandatangani, atau kami tidak akan mengakui negara kalian." Maka, mereka semua menandatanganinya. Félix Houphouët-Boigny, Léopold Sédar Senghor, Léon Mba, Hamani Diori—semuanya.

Sekarang, apa isi dari dokumen-dokumen tersebut?

Ada empat jebakan.

Jebakan pertama: Uang. Perancis menciptakan CFA franc pada tahun 1945. Setelah kemerdekaan, mereka mempertahankannya. Mereka menempatkan bank sentral di Dakar dan Yaoundé, tapi aturannya begini: kalian harus menyimpan 100% dari cadangan devisa nya di Paris; angka ini kemudian diturunkan jadi 65%, dan sekarang 50%. Sisanya baru kalian yang menentukan. Dan jika kalian butuh lebih, kalian harus meminjam uang kalian sendiri dari Perancis, dan kalian harus membayar bunganya. Sementara itu, Perancis mengambil 85% uang tersebut dan menginvestasikannya di Perancis.

Jebakan kedua: Sumber daya. Perjanjian itu menyatakan bahwa Perancis harus mendapat hak pertama untuk membeli apa pun yang berharga yang ditemukan. Jadi, ketika Niger menemukan uranium di Arlit, perusahaan Perancis Areva (kini Orano) mulai menambangnya sejak 1968. Ketika Gabon menemukan minyak, yang mengeksploitasi adalah Elf (kini Total). Bauksit, besi, kakao, ceritanya sama persis.

Jebakan ketiga: Militer. Mereka menandatangani perjanjian pertahanan sejak tahun 1960. Isinya menyatakan bahwa pasukan Perancis boleh tetap berada di negara-negara itu dan bisa masuk kapan pun mereka mau. Dan mereka benar-benar melakukannya, lebih dari 50 kali. Di Gabon pada 1964 untuk mengembalikan Léon Mba ke kekuasaan. Di Chad empat kali. Di Republik Afrika Tengah pada 1979 untuk menggulingkan Bokassa.

Jebakan keempat: Bisnis dan pikiran. Kontrak-kontrak besar, jalan raya, pelabuhan, minyak, semuanya jatuh ke tangan perusahaan-perusahaan Perancis seperti Bouygues, Bolloré, dan Total. Dan sekolah-sekolah harus menggunakan kurikulum Perancis dan berbahasa Perancis. Dan jika kalian mencoba keluar dari sistem ini, kalian akan "disingkirkan".

Sylvanus Olympio dari Togo berkata pada Januari 1963, "Kami keluar dari CFA. Kami akan mencetak uang kami sendiri." Pada 13 Januari, ia ditembak di gerbang Kedutaan AS di Lomé oleh para pasukan yang dipimpin oleh Gnassingbé Eyadéma. Eyadéma kemudian berkuasa selama 38 tahun. Modibo Keïta dari Mali keluar dari CFA pada tahun 1962. Pada 1968, ia digulingkan setelah Perancis memotong semua bantuan.

Lalu ada Thomas Sankara. Ia muncul pada 1983, di usia 33 tahun. Ia mengubah nama Volta Hulu menjadi Burkina Faso, "negeri orang-orang yang tegak". Ia memvaksinasi 2,5 juta anak dalam seminggu, menanam 10 juta pohon, menyatakan bahwa perempuan harus setara, dan ia berkata, "Kita akan berhenti membayar utang kolonial dan keluar dari CFA." Pada 15 Oktober 1987, ia dibunuh di Ouagadougou oleh sahabatnya sendiri, Blaise Compaoré, yang kemudian berkuasa selama 27 tahun dengan dukungan Perancis.

Itulah sebabnya Kwame Nkrumah berkata pada tahun 1965, "Neokolonialisme adalah ketika kalian memiliki bendera dan lagu kebangsaan, tetapi ekonomi kalian dikendalikan dari luar." Coba pikirkan. Bagaimana kalian bisa membangun pabrik jika kalian tidak bisa menyentuh uang kalian sendiri? Bagaimana kalian bisa membangun kilang minyak jika 85 persen uang hasil ekspor kalian ada di Paris? Niger menjual uranium senilai 3,5 miliar euro per tahun, tetapi pada 2023, hanya 15% warga Niger yang memiliki akses listrik.

Sekarang, jika kalian pergi ke arsip Perancis, kalian tidak akan menemukan satu pun file bernama "Pakta Kelanjutan Kolonisasi". Foccart terlalu cerdik untuk melakukan itu. Pakta itu diwujudkan melalui banyak perjanjian pada 1960 dan 1961 yang melakukan tugas yang sama secara bersamaan. Dan pakta ini bertahan hingga 2022 dan 2023, ketika Mali, Burkina Faso, dan Niger kembali berkata "tidak".

Pada 30 September 2022, seorang Kapten berusia 34 tahun, Ibrahim Traoré, mengambil alih Burkina Faso. Semangat yang sama seperti Sankara. Baret merah yang sama. Pembicaraan tentang kedaulatan yang sama. Pada 18 Januari 2023, ia menyuruh pasukan Perancis untuk pergi.

Pada 1958, Sékou Touré berkata tidak, dan mereka menghancurkan Conakry. Pada 1987, Sankara berkata tidak, dan mereka membunuhnya. Pada 2023, Traoré berkata tidak lagi. Sejak saat itu, pemerintahannya menyatakan telah menggagalkan empat plot pembunuhan terhadapnya, yang terbaru pada 6 Januari 2026.

Jadi, pertanyaannya kini bukan lagi apakah pakta itu ada. Pertanyaannya adalah: akankah Afrika akhirnya dapat menyelesaikan apa yang telah dimulai oleh Sékou Touré pada tahun 1958?

Negara-negara kolonial barat, di sini Perancis, memang baji*gan.

Monday, November 2, 2026

Gagap Bukan Salah Mulut, Tapi Kelainan Otak


Apa kata sains terbaru tentang gagap, penyakit yang menyertainya, dan cara menghadapinya


Selama Ini Kita Keliru

P-p-p-ernahkah mendengar seseorang bicara t-t-t-erbata-bata, seperti ini? Lalu berpikir, "Dia pasti gugup"?   Itu salah.

Pada Oktober 2026, The New York Times memuat artikel berjudul "The New Science of Stuttering" ditulis Jack Tamisiea. Artikel itu merangkum kesepakatan ilmiah internasional. Lebih dari 30 ahli terlibat, dari psikiater, ilmuwan otak (neuroscientist), sampai ahli patologi wicara, yaitu para pakar yang menangani gangguan bicara. Mereka bernaung di bawah wadah bernama STARS (Stuttering Treatment and Research Society).

Kesimpulan mereka tegas. Gagap, orang Jawa bilang, kamisosolen, adalah kondisi yang berakar pada kerja otak.

Apa artinya? Gagap bukan sekadar kebiasaan buruk. Bukan sekadar masalah kejiwaan. Para ahli kini menyebutnya gangguan otak. Kelainan otak. Istilah ini kami sederhanakan agar mudah dicerna, jadi tidak sepenuhnya presisi secara medis. Intinya, ada sesuatu dalam cara otak mengatur bicara yang bekerja sedikit berbeda.


Gagap Jarang Datang Sendirian

Sering ada "komorbiditas"

Apa itu? Rumit? Artinya sederhana: kelainan-kelainan yang muncul bersamaan pada orang tadi, atau muncul dalam keluarga. Turunan. Gen. 

Peneliti saraf dan gen menemukan bahwa jalur saraf gagap tumpang tindih dengan jalur kondisi lain. Karena itu, gagap sering muncul bersama kelainan lain itu. Mari kita kenali satu per satu.

1. ADHD

Apa itu? ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder), sulit memusatkan perhatian. Anak dengan ADHD juga sering tampak sangat aktif dan bertindak tanpa berpikir panjang, tidak bisa  duduk tenang, di mana pun, tidak peduli, padahal ia tidak berniat nakal. 

2. Sindrom Tourette dan gangguan tic

Apa itu? Tic (orang Jawa bilang bendono) itu gerakan atau suara yang muncul tiba-tiba dan berulang, tanpa bisa dikendalikan sepenuhnya. Contohnya mengedip berkali-kali, menggerakkan mulut ke atas ke samping sehingga tampak aneh, mengangkat bahu, berdeham terus-menerus, atau mengeluarkan suara tertentu. Tic yang berupa gerakan disebut tic motorik. Tic yang berupa suara disebut tic vokal. Kalau tic motorik dan vokal muncul bersamaan dalam waktu lama, kondisi itu disebut sindrom Tourette. Beda dengan latah.

3. OCD

Apa itu? OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) adalah gangguan obsesif-kompulsif. Ada dua bagian. Obsesi adalah pikiran mengganggu yang datang terus dan sulit diusir. Kalau pintu tidak terkunci, nanti maling masuk, misalnya.  Kompulsi adalah tindakan yang terpaksa diulang untuk meredakan pikiran itu. Contohnya mencuci tangan berkali-kali karena takut kuman. Pernah mengecek kunci pintu, lalu berbalik, lalu tidak yakin, lalu balik cek kunci lagi, lima kali? Atau hitung uang, sudah dua kali, masih tidak yakin? Itu obsesi kompulsi. 

4. Kecemasan sosial

Apa itu? Kecemasan sosial (social anxiety) adalah rasa cemas  berlebihan saat harus tampil atau berinteraksi dengan orang lain. Ini lebih dari sekadar malu.

Mengapa ini penting?

Karena kondisi-kondisi ini saling berkaitan, dokter sulit menilai pasien dengan tepat. Gejala satu kondisi bisa menutupi atau memperburuk kondisi lain. Kecemasan sosial, misalnya, bisa membuat gagap makin sering muncul. Gagap yang makin sering muncul lalu membuat orang makin cemas. Lingkaran ini terus berputar.

Karena itu, penanganannya harus menyeluruh. Mengobati satu bagian saja tidak cukup.


Apakah Gagap Bisa Disembuhkan dengan Obat?

Jawaban singkatnya: belum ada obat resmi.

Sampai sekarang, FDA (Food and Drug Administration), lembaga pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, belum menyetujui satu obat pun yang khusus untuk menyembuhkan gagap.

Meski begitu, penanganan terus berkembang. Ada dua jalur besar yang saling melengkapi: terapi wicara dan pengobatan lewat obat.


Jalur Pertama: Terapi Wicara

Cara lama: berlatih lancar

Dulu, terapi gagap berfokus pada fluency-shaping, yaitu melatih agar bicara terdengar lancar. Pasien berusaha menekan atau menghilangkan setiap hambatan dalam bicara.

Kedengarannya masuk akal. Tetapi apa akibatnya?

Pendekatan ini sering dinilai melelahkan secara mental. Pasien harus memikirkan setiap kata sebelum diucapkan, bahkan sebelum membuka mulut. Bicara jadi  menguras tenaga. Orang jadi capek hanya untuk mengatakan hal sederhana.

Cara baru: menerima dulu

Terapi kini lebih condong ke pendekatan penerimaan (acceptance-based approach). Sasarannya?  Bukan lagi bicara yang sempurna lancar, tapi:

  • meningkatkan kualitas hidup,

  • mengurangi ketegangan otot yang muncul sebagai reaksi saat bicara,

  • membangun strategi agar komunikasi sehari-hari lebih mudah, sesuai tujuan masing-masing orang.

Tujuan itu bisa berbeda-beda. Ada yang ingin berani menyampaikan ide dalam rapat. Ada yang ingin bicara dengan lebih sedikit usaha fisik. Semuanya sah. Nanti kita bahas di bawah. 


Jalur Kedua: Obat dan Penelitian Baru

Obat yang dipakai "di luar aturan"

Dokter kadang meresepkan obat yang sebenarnya disetujui untuk kondisi kejiwaan lain, misalnya aripiprazole dan citalopram. Praktik ini disebut off-label, yaitu memakai obat di luar peruntukan resminya.

Mengapa obat itu dipakai? Ada bukti bahwa gagap berkaitan dengan aktivitas dopamin yang berlebihan di bagian otak bernama basal ganglia.

Dua istilah tadi perlu penjelasan:

  • Dopamin adalah zat kimia pengantar pesan di otak. Ia berperan dalam gerakan, motivasi, dan rasa senang.

  • Basal ganglia adalah kelompok struktur di bagian dalam otak. Mereka membantu mengatur gerakan, termasuk gerakan otot-otot untuk bicara.

Bayangkan dopamin sebagai arus listrik. Bila arus di satu bagian terlalu kuat, mesin bisa macet. Obat yang menahan kerja dopamin, yang disebut antagonis dopamin, diharapkan meredakan "kemacetan" itu. Pada sebagian pasien, obat-obat itu bermanfaat. Pada pasien lain, tidak. 

Riset yang masih eksperimen

Para ilmuwan juga mencoba hal-hal baru:

  • Suplemen vitamin tertentu.

  • Psilocybin, zat aktif dalam jamur psikedelik, yaitu jamur yang mempengaruhi persepsi dan kesadaran. Kadang dipakai pecandu untuk “fly”.

Perlu diingat bahwa ini baru dugaan. Jangan mencoba sendiri. Jangan gampang percaya kata orang. 


Kesimpulan Klinis: Pilih dengan Mata Terbuka

Pesan utama konsensus para ahli adalah pilihlah setelah mengetahui semuanya. Maksudnya:

  1. Keputusan pengobatan harus berdasar bukti ilmiah yang valid, bukan janji sembuh instan.

  2. Pasien perlu berdiskusi terbuka dengan dokter atau ahli terapi wicara tentang risiko dan manfaat.

  3. Pengobatan harus disesuaikan dengan tujuan pribadi. Apakah Anda ingin mengurangi ketegangan fisik? Ingin lebih berani bicara? Atau ingin berdamai dengan diri sendiri; menerima diri sendiri?


Bagian Dua: Seperti Apa "Bicara" yang Baru Itu?

Teori saja tidak cukup. Mari lihat contoh nyata.

Dengan pendekatan modern, tujuan  berubah. Bukan lagi menghilangkan gagap secara paksa; paksaan justru menambah ketegangan otot dan kecemasan. Tujuannya adalah menyampaikan pesan dengan efektif sambil mengelola ketegangan dan kecemasan sosial.

Berikut empat contoh penerapannya.


1. Mengaku di Awal

Mengapa mengaku gagap justru membantu? Karena beban untuk terdengar lancar langsung hilang. Begitu beban itu hilang, otot rahang dan dada sering mengendur dengan sendirinya. Teknik ini sangat berguna untuk kecemasan sosial, yang tadi kita bahas sebagai kondisi penyerta yang umum.

Situasi: memulai presentasi di kantor atau kelas.

Contoh ucapan:

"Selamat pagi. Sebelum saya mulai, saya ingin memberi tahu bahwa saya memiliki kondisi gagap, kamisosolen. Jadi, jika nanti saya terhenti atau mengulang suara, itu adalah bagian dari cara saya berbicara, dan saya akan tetap melanjutkan presentasi ini. Poin utama yang ingin saya sampaikan hari ini adalah..."

Kalau sudah yakin, Anda bisa membuat lelucon dari kalimat awal itu, menertawakan diri sendiri. Dan  hadirin tertawa.  Kalau berhasil, kecemasan akan turun drastis. Anjlok. 


2. Meluncur Keluar dengan Tenang (Pull-Out dan Easy Onset)

Apa yang biasanya terjadi saat gagap muncul? Banyak orang menahan napas, memejamkan mata, atau memaksa kata keluar dengan tenaga besar. Ini reaksi tambahan yang sangat melelahkan.

Terapi modern mengajarkan cara lain: "meluncur" keluar dari momen gagap dengan napas teratur dan otot rileks.

Situasi: terhenti pada kata yang sulit, misalnya kata yang dimulai dengan huruf K atau T.

Contoh ucapan:

"Saya ingin meng-k-... (jeda sejenak, tidak menahan napas, melepaskan ketegangan di rahang) ...meng-k-onfirmasi bahwa data ini sudah valid."

Catatannya penting. Fokusnya bukan menghilangkan pengulangan huruf "k". Fokusnya melakukannya tanpa ketegangan fisik yang menyakitkan.


3. Membela Diri dengan Sains

Bagaimana jika orang lain salah paham? Misalnya atasan mengira Anda kurang persiapan atau terlalu gugup. Di sinilah pemahaman ilmiah terbaru berguna. Anda bisa menjelaskan bahwa gagap adalah kondisi neurobiologis, bukan sekadar "gugup". Penjelasan ini mengurangi stigma dan tekanan dari lingkungan.

Situasi: rekan kerja atau atasan mengira Anda tidak siap atau terlalu gugup.

Contoh ucapan:

"Terima kasih atas masukannya. Saya ingin meluruskan sedikit bahwa gagap yang saya alami adalah kondisi neurobiologis bawaan, mirip dengan latah dll. Ini bukan karena saya kurang persiapan atau sedang panik. Saya hanya memproses dan memproduksi kata-kata dengan jalur saraf yang sedikit berbeda, jadi saya mungkin butuh waktu satu atau dua detik lebih lama untuk menyelesaikan kalimat ini."


4. Tetap Bicara Meski Cemas

Apa yang sering dilakukan penyandang gagap? Menghindar. Mereka tidak mengangkat tangan di rapat. Mereka enggan menelepon. Menghindar memang terasa aman, tetapi kecemasan justru makin besar.

Pendekatan berbasis penerimaan mendorong hal sebaliknya: tetap ikut berbicara. Perhatian dialihkan ke pesan, bukan ke kelancaran.

Situasi: ingin menyampaikan ide di rapat, tetapi takut gagap.

Contoh ucapan (dalam hati, atau diucapkan):

"Saya merasa cemas sekarang, dan saya mungkin akan gagap. Tapi ide saya penting untuk didengar. Saya akan mengucapkannya meskipun dengan gagap."

Lalu bicara:

"Maaf, saya butuh waktu sedikit lebih lama untuk menyelesaikan kalimat ini, tapi poin penting yang ingin saya tambahkan adalah..."


Mengapa Cara-Cara Ini Berhasil?

Menurut panduan American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), lembaga profesi terapis wicara di Amerika Serikat, dan konsensus STARS yang dikutip dalam artikel tadi, ada tiga alasannya:

  1. Harapan untuk lancar dilepas. Otak tidak lagi dipaksa masuk ke mode "lawan atau lari" (fight or flight), yaitu reaksi siaga saat merasa terancam. Mode ini memperburuk hambatan bicara.

  2. Fokus berpindah. Dari "bagaimana cara saya berbicara" menjadi "apa yang ingin saya sampaikan".

  3. Kendali kembali ke tangan sendiri. Penyandang gagap memegang narasinya sendiri. Mereka tidak lagi menjadi korban kondisinya atau penilaian orang lain.


Penutup

Jika Anda atau orang yang Anda kenal sedang menjalani terapi wicara, terapis biasanya akan menyesuaikan contoh-contoh di atas dengan tujuan pribadi yang paling relevan. Ada yang fokus mengurangi ketegangan otot leher. Ada yang fokus membangun keberanian bicara di telepon.

Satu hal yang pasti: gagap bukan kelemahan karakter. Ia adalah cara kerja otak yang berbeda, dan orang yang mengalaminya berhak didengar sampai kalimatnya selesai.

*** Sewaktu SD, saya sendiri pernah gagap. Hilang waktu sekolah menengah. Mungkin karena sering belajar meditasi. Lalu muncul OCD. Yang hilang dengan penerimaan. Nanti pintu belum dikunci?… BIAR… yo ben. Jangan-jangan uang salah hitung? … BIAR… yo ben.  


Rujukan

  • Tamisiea J. The New Science of Stuttering. The New York Times, Oktober 2026. Memuat konsensus STARS (Stuttering Treatment and Research Society).

  • Panduan American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) tentang gagap, sebagaimana dirujuk dalam berkas.

  • Alm PA. Stuttering and the basal ganglia circuits: a critical review of possible relations. J Commun Disord. 2004. Membahas kaitan gagap dengan basal ganglia dan dopamin.

  • Maguire GA, dkk. Olanzapine in the treatment of developmental stuttering: a double-blind, placebo-controlled trial. Ann Clin Psychiatry. 2010. Contoh uji klinis obat penghambat dopamin untuk gagap.


Tuesday, June 23, 2026

Sel Punca alias Stem cell: Bisa untuk apa saja?

Banyak orang bertanya2: Sebenarnya, sel punca alias stem cell itu bisa untuk mengobati penyakit apa saja? Begitu banyak iklan bertebaran di medsos. Membuat sebagian besar orang, juga dokter, bingung. Mana yang benar, mana yang tidak?  Tenang... Saya jelaskan satu demi satu. Baca pelan2 ya...

Rambut yang Dicabut Bisa Tumbuh Lagi. Mengapa?

Jawabannya: Karena ada stem cell.

Di dalam akar rambut (folikel) terdapat kumpulan sel punca, stem cell, sel yang bisa berubah menjadi sel apa saja. Sering kita sebut sel induk. Bayangkan folikel ini sebagai "pabrik" pembuat rambut.

  •  Saat kamu mencabut rambut, yang tercabut biasanya hanya batang dan sebagian akarnya, tapi "pabrik"-nya masih tertinggal aman di dalam kulit.
  • Di bagian tertentu pada pabrik ini, ada sel punca yang akan "bangun dari tidur" dan bekerja saat rambut masuk ke fase tumbuh baru, lalu memproduksi batang rambut baru.

Catatan Penting: Mencabut rambut sesekali tidak akan membuatmu botak selamanya. Namun, jika kamu mencabutnya terus-menerus selama bertahun-tahun (misalnya karena kebiasaan buruk yang dalam medis disebut trikotilomania),  "pabrik" rambutnya bisa rusak, berubah menjadi jaringan parut, dan akhirnya mati. Rambut tidak bisa tumbuh lagi.

✦───

Terapi Stem Cell: Mana yang Terbukti dan Mana yang Tidak?

Jika diurutkan dari yang paling kuat buktinya secara medis hingga yang meragukan tapi banyak dipasarkan, berikut daftarnya:


🟢 Kategori A: Bukti Sangat Kuat (Sudah Jadi Standar Medis Dunia)

1. Transplantasi Stem Cell Sumsum Tulang

Ini adalah terapi stem cell yang paling sukses dan sudah dipakai puluhan tahun. Digunakan untuk menyembuhkan:

  • Leukemia (kanker darah)
  • Limfoma (sejenis kanker getah bening)
  • Multiple myeloma (kanker sel plasma di dalam sumsum tulang)
  • Aplasia sumsum tulang (sumsum tulang "mogok kerja" dan tidak bisa memproduksi sel darah)
  • Imunodefisiensi bawaan (penyakit sejak lahir yang membuat kekebalan tubuh sangat lemah)

2. Transplantasi Stem Cell pada Mata (Limbal stem cell)

Digunakan untuk pasien yang mengalami kerusakan pada lapisan bening mata (kornea) akibat luka bakar kimia atau kecelakaan. Sel punca ditumbuhkan untuk memulihkan permukaan mata agar bisa melihat lagi.

3. Cangkok Kulit

Menggunakan sel punca dari lapisan kulit terluar untuk menumbuhkan kulit baru. Sangat berguna untuk pasien luka bakar yang sangat luas atau orang dengan kelainan genetik kulit.


🟡 Kategori B:  Bukti Cukup Kuat

4. Terapi Gen + Sel Punca untuk Penyakit Darah Bawaan

Contoh: 

  • Talasemia beta (penyakit kurang darah kronis akibat kelainan bawaan)
  • Anemia sel sabit (penyakit di mana bentuk sel darah merah abnormal, melengkung seperti sabit, dan mudah pecah). Sel punca pasien diambil, diperbaiki gennya di laboratorium, lalu dimasukkan kembali ke tubuh.

5. Penolakan Transplantasi

Keadaan pasca-transplantasi sumsum tulang, di mana sel dari donor malah "menyerang" tubuh penerima. Terapi ini membantu meredam serangan tersebut.


🟠 Kategori C: Bukti Sedang 

6. Penyakit Crohn dengan Fistula Kompleks

Penyakit Crohn adalah radang usus kronis. Fistula adalah lubang abnormal yang tembus dari usus ke kulit sekitar anus. Sel punca disuntikkan ke area tersebut untuk membantu menutup lubangnya.

7. Osteonekrosis Kepala Femur 

Kondisi di mana jaringan tulang pada bagian atas tulang paha "mati" atau rusak karena kurang aliran darah. Dapat menolong pada stadium awal.

8. Perbaikan Tulang dan Tulang Rawan Tertentu

Masih terbatas dilakukan di pusat penelitian atau rumah sakit khusus.


🔴 Kategori D: Bukti Lemah / Belum Meyakinkan

9. Osteoartritis Lutut (Pengapuran Lutut)

Sangat laris dijual secara komersial. Beberapa pasien merasa nyerinya berkurang, tapi bukti bahwa sel punca bisa menumbuhkan ulang bantalan tulang rawan yang sudah aus masih belum konsisten. Kadang menolong, kadang tidak. 

10. Penyakit Berat Lainnya 

  • Gagal Jantung
  • Stroke
  • Cedera Sumsum Tulang Belakang
  • Parkinson
  • Alzheimer
  • Diabetes Tipe 1

Banyak diteliti, tapi hasilnya masih minim, belum konsisten, dan masih tahap percobaan. Belum jadi pengobatan standar.


⚫ Kategori E: Bukti Sangat Lemah / Tidak Terbukti (Hati-hati penipuan!)

Banyak klinik kecantikan atau alternatif menawarkan sel punca untuk:

  • Anti-penuaan (Anti-aging) 
  • Kebotakan
  • Autisme 
  • Cerebral palsy (kelumpuhan otak pada anak)
  • Disfungsi ereksi
  • Penyakit ginjal atau paru kronis
  • Osteoporosis (pengeroposan tulang) 
  • Penyakit autoimun
  • "Meningkatkan imun"  
  • "Detoksifikasi"

Kesimpulan: Untuk kondisi-kondisi di atas, bukti medisnya hampir tidak ada. Beda dengan keberhasilan transplantasi sumsum tulang. Tapi kesaksian orang yang begitu banyak kadang membingungkan. Masalahnya, bagi dokter, kesaksian itu bukan bukti. 

✦───

Bagaimana dengan Terapi Sel Punca untuk Peremajaan Kulit (Anti-Aging)?

Untuk urusan awet muda, bukti ilmiah penggunaan sel punca jauh lebih lemah dibandingkan pengobatan medis standar.

  • Bukti Sedang-Lemah (Cangkok Lemak): Mengambil lemak dari tubuh pasien (yang mengandung sel punca alami) lalu menyuntikkannya ke wajah untuk mengisi volume yang kempes. Kulit memang terlihat lebih segar, tapi dokter masih berdebat apakah yang bekerja itu sel punca, atau sekadar efek "bantalan" dari lemaknya.
  • Bukti Lemah (Suntikan Sel Punca / MSC): Studi masih sedikit. Ada yang bilang kulit jadi lebih kenyal, tapi belum ada kesepakatan medis bahwa ini efektif.
  • Bukti Sangat Lemah (Eksosom, Secretome, Facial Sel Punca): Ini sangat laris di klinik estetika. Tapi buktinya kebanyakan baru sebatas percobaan di lab atau pada hewan. Istilah kerennya sering kali lebih duluan maju daripada bukti ilmiahnya pada manusia.

✨ Sebenarnya, Apa yang Paling Terbukti Ampuh untuk Peremajaan Kulit?

Jika ingin memperbaiki tanda penuaan, bukti medisnya jauh lebih kuat untuk cara-cara konvensional ini:

  1. Krim Retinoid / Tretinoin (krim turunan vitamin A untuk kulit)
  2. Tabir surya (Sunscreen) dipakai setiap hari
  3. Laser resurfacing (perawatan laser untuk memperhalus tekstur kulit)
  4. Chemical peeling (pengelupasan kulit menggunakan cairan kimia khusus yang aman)
  5. Microneedling (terapi tusuk jarum-jarum sangat halus untuk merangsang kolagen)
  6. Botulinum toxin (suntik Botox untuk melemaskan otot wajah agar kerutan hilang)
  7. Filler asam hialuronat (suntik filler untuk mengisi garis halus atau volume wajah yang kempes)

Fakta Menarik: Perawatan-perawatan konvensional di atas bekerja dengan cara membangunkan dan merangsang sel punca yang sudah ada di kulit kita sendiri secara alami, jadi kita tidak perlu repot-repot menyuntikkan sel punca dari luar.

Kesimpulan Akhir: Untuk peremajaan kulit, terapi sel punca saat ini statusnya baru "menjanjikan" tapi belum terbukti kuat. Klaim "stem cell anti-aging" di klinik-klinik estetika kebanyakan hanyalah iming-iming pemasaran yang melenceng dari fakta ilmiah saat ini.


Saturday, February 28, 2026

My Way ...



Wawancara dengan Paul Anka, si penulis lirik

+ Kamu orang yang menulis lirik My Way, kan?

.- Ya, Sinatra itu sosok yang sangat menginspirasi. Waktu itu kejadiannya begini: saya makan malam dengannya di Florida. Akhir 1960-an, dia sedang syuting film berjudul Lady in Cement.

+ Saya masih ingat judulnya.

.- Dengan judul seperti itu, bagi orang-orang seperti kami waktu itu, film itu bahkan bisa saja terasa seperti film dokumenter.

Dia mengajak saya makan malam dan berkata, “Saya akan berhenti dari dunia hiburan. Sudah cukup. Rat Pack sudah selesai. Saya lelah. Tapi saya akan membuat satu album lagi dengan Don Costa. Dia tidak pernah menuliskan lagu untuk saya.”

Padahal Don Costa adalah orang yang pertama kali menemukan saya. Saya selalu memberi dia seluruh penghargaan pada nya atas itu. Bahkan saya yang memperkenalkannya kepada Sinatra. Jadi saya bilang, “Benarkah?” Dia jawab, “Saya berhenti. Dia tidak pernah menulis lagu untuk saya.”

Waktu saya bergaul dengan Sinatra, jelas saya tidak mungkin memberinya lagu seperti Puppy Love atau Lonely Boy. Dia mungkin akan melempar saya keluar lewat jendela.

Saya kembali ke New York. Tengah malam, di apartemen saya, saya mulai menulis—secara metaforis. “ And now the end is near…” Dan lagu itu seperti menulis dirinya sendiri. Lima jam kemudian saya meneleponnya di Caesars Palace. Saya berkata, “Sir, saya punya sesuatu untuk Anda.” Dia menjawab, “Bawa kemari.”

Saya terbang ke sana. Malam berikutnya saya menyanyikannya untuk dia. Dia berkata, “Kid.” Itu panggilan akrabnya untuk saya. “Kid, saya suka. Saya akan membawakannya.”

Dua bulan kemudian dia menelepon saya dari studio di Los Angeles. “Kid, dengarkan ini.” Dia mengambil telepon dan menempelkannya ke speaker. Dan untuk pertama kalinya saya mendengar My Way. Lagu itu menjadi hit besar baginya. Dia bertahan sepuluh tahun lagi di dunia hiburan. Itu selalu membuat saya terkesan.

“Kamu orang Kanada, ya?”

“Yes, Sir.”

“Agak aneh juga seorang Kanada menulis lirik seperti itu.”

“Kenapa begitu?”

“I did it my way.” Kedengarannya sangat mirip Trump 😃 😃😊🩷💐💕

========================


"My Way"

And now, the end is near

And so I face the final curtain

My friend, I'll say it clear

I'll state my case, of which I'm certain

I've lived a life that's full

I traveled each and every highway

And more, much more than this, I did it my way

-----

The end is near, bukan berarti akan mati. Tapi dia akan mengakhiri kariernya.

Lagu aslinya lagu Perancis. 👇🏻👇🏻

https://youtu.be/qjpRSREHX1Y?si=8GjTrBNcFxofwWRA

Monday, January 12, 2026

Paus Leo mengaum

 


Paus Leo Mengecam “Semangat Perang” Dunia dalam Pidato Keras di Vatikan

Ringkasan

  • Paus Leo menyampaikan pidato tahunan pertamanya kepada para diplomat di Vatikan
  • Leo, Paus pertama asal AS, mengecam penggunaan militer untuk tujuan diplomatik
  • Paus mendesak pemerintah untuk “menghormati kehendak” rakyat Venezuela

VATIKAN, 9 Jan (Reuters) – Paus Leo pada hari Jumat mengecam penggunaan kekuatan militer sebagai sarana untuk mencapai tujuan diplomatik, dalam pidato kebijakan luar negeri tahunan yang luar biasa keras, di mana ia juga menyerukan agar hak asasi manusia dilindungi di Venezuela.

Leo, Paus pertama asal Amerika Serikat, mengatakan bahwa lemahnya organisasi-organisasi internasional dalam menghadapi konflik global merupakan “alasan khusus untuk keprihatinan”.

“Diplomasi yang mendorong dialog dan mencari konsensus di antara semua pihak sedang digantikan oleh diplomasi yang berbasis pada kekuatan,” kata Leo kepada sekitar 184 duta besar yang terakreditasi di Vatikan.

“Perang kembali menjadi tren, dan semangat untuk berperang sedang menyebar,” kata Leo, yang terpilih menjadi Paus pada bulan Mei.

“HORMATI KEHENDAK” RAKYAT VENEZUELA, KATA LEO

Merujuk pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS atas perintah Presiden Donald Trump akhir pekan lalu, Paus menyerukan agar pemerintah-pemerintah dunia “menghormati kehendak” rakyat Venezuela ke depan.

Negara-negara harus “melindungi hak asasi manusia dan hak-hak sipil” rakyat Venezuela, tambah Leo.

Komentar Leo tersebut merupakan bagian dari pidato yang kadang disebut sebagai pidato Paus tentang “keadaan dunia”. Ini adalah pidato pertama yang disampaikan oleh Leo, yang terpilih setelah wafatnya Paus Fransiskus.

Baik duta besar Amerika Serikat maupun Venezuela untuk Tahta Suci termasuk di antara para hadirin dalam acara tersebut.

Leo, yang sebelumnya adalah Kardinal Amerika Serikat Robert Prevost, selama puluhan tahun bertugas sebagai misionaris di Peru sebelum menjadi Paus. Ia sebelumnya pernah mengkritik beberapa kebijakan Trump, khususnya mengenai imigrasi, tetapi tidak menyebutkan nama presiden AS itu secara langsung dalam pidato hari Jumat.

Selama delapan bulan pertama masa kepausannya, Leo menunjukkan nada yang lebih tenang dan diplomatis dibandingkan pendahulunya, Fransiskus, yang sering menjadi sorotan media karena komentar spontan.

LEO MENGGUNAKAN NADA YANG LEBIH KERAS

Namun dalam pidato berdurasi 43 menit pada hari Jumat, Leo menggunakan nada yang lebih keras — dengan tegas mengecam konflik-konflik yang terus berlangsung di dunia, sekaligus mengecam praktik aborsi, eutanasia, dan kelahiran melalui ibu pengganti (surrogate).

Dalam bahasa yang jarang digunakan oleh seorang Paus, Leo juga memperingatkan bahwa kebebasan berekspresi sedang “menyusut dengan cepat” di negara-negara Barat.

“Sedang berkembang suatu bahasa bergaya Orwell yang baru, yang dalam upaya untuk menjadi semakin inklusif, justru berakhir dengan mengecualikan mereka yang tidak sejalan dengan ideologi-ideologi yang mendorongnya,” katanya.

Paus juga mengkritik apa yang ia sebut sebagai “bentuk diskriminasi agama yang halus” yang dialami oleh umat Kristen di Eropa dan di seluruh kawasan Amerika.


https://www.reuters.com/world/europe/pope-leo-decries-diplomacy-based-force-speech-vatican-envoys-2026-01-09/

Thursday, January 8, 2026

Kasih sayang kakak pada adiknya


Agustus 1905. Ruth Patterson umur empat belas tahun ketika dia membuat keputusan yang akan mengubah kehidupannya dan  adiknya selamanya.

Kedua orang tua mereka tewas dalam kebakaran rumah petak mereka. Ruth dan adik laki-lakinya Daniel yang baru berusia enam minggu dikirim ke sebuah panti asuhan di New York. Di sana, Ruth menerima kabar yang menghancurkan: panti itu tidak akan menempatkan seorang bayi dan seorang remaja bersama. Daniel akan dikirim ke tempat lain sampai cukup besar untuk diadopsi. Ruth akan ditempatkan sendirian.

Ruth menolak. Berontak. 

Pada pagi hari kereta api berangkat menuju Nebraska, Ruth mencuri Daniel dari ruang bayi dan menyembunyikannya di dalam sebuah tas besar dari kulit. Pengasuh mengira tas itu hanya berisi sedikit barang milik Ruth. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Ruth diam-diam telah melubangi bagian bawah tas itu untuk memberi jalan napas bagi adiknya.

Selama tiga hari, Ruth menyembunyikan adik bayinya di dekat kakinya. Ia berhasil menjaga Daniel tetap sangat tenang saat naik kereta, menenangkannya di gerbong yang berguncang, memberinya makan saat kereta berhenti malam hari, dan menggantikan popoknya di kamar kecil kereta setiap kali ada kesempatan. Setiap saat ia takut ketahuan—karena itu berarti dikirim kembali ke New York dan dipisahkan selamanya.

Bayi Daniel tidak pernah ditemukan.

Di sebuah stasiun di Nebraska, sepasang petani, keluarga Johnson, memilih Ruth untuk diasuh mereka karena terkesan oleh kekuatan dan kedewasaannya. Mereka menaikkan Ruth dan tas nya ke gerobak dan membawanya pulang. Setelah tiba di ladang pertanian, n baru lah Ruth membuka tas itu—dan memperlihatkan bayi Daniel di dalamnya.

Johnson dan  istrinya terkejut.

Dengan gemetar, Ruth menceritakan semuanya: kebakaran, aturan panti asuhan, pencurian, penyembunyian, dan ketakutannya kehilangan adiknya. Ia memohon agar mereka tidak mengirim Daniel kembali sendirian. Ketika pasangan itu memandang bayi tersebut—dan wajah Ruth yang kelelahan—mereka melihat bukan penipuan, melainkan cinta kasih yang putus asa.

Setelah berdiskusi singkat, mereka membuat keputusan.

“Kami dikirimi dua anak,” kata mereka. “Kami akan membesarkan keduanya.”

Sebuah foto tintype yang diambil hari itu juga menunjukkan Ruth, usia empat belas tahun, menggendong Daniel yang berusia enam minggu, berdiri di samping tas yang telah menyelamatkan nyawanya. Wajahnya menunjukkan kelegaan murni. Di belakang mereka, keluarga Johnson tersenyum—yang semula bersiap menerima satu anak dan memilih membuka hati untuk dua.

Ruth dan Daniel dibesarkan bersama di pertanian keluarga Johnson. Daniel memakai nama keluarga Johnson tetapi selalu mengetahui nama lahirnya—dan fakta: bahwa kakaknya telah mempertaruhkan segalanya demi menjaganya tetap aman. Ruth kemudian menikah dan tetap dekat dengan Daniel sepanjang hidupnya. Keluarga Johnson tidak pernah melaporkan tindakan Ruth, karena mereka percaya cinta lebih penting daripada aturan.

Ruth hidup sampai usia 87 tahun dan meninggal pada 1978. Daniel meninggal pada 1974 di usia 69 tahun. Mereka berbagi hampir tujuh dekade bersama karena seorang gadis remaja menolak membiarkan adiknya direnggut darinya—dan karena satu keluarga memilih belas kasih daripada kemudahan.

Dalam sebuah kesaksian pada tahun 1975, Ruth berkata sederhana:

“Foto itu menunjukkan seperti apa rupa cinta. Keputusasaan untuk tetap bersama. Kemurahan hati untuk merawat seorang bayi yang sebenarnya tidak kamu harapkan.”

** Dari Facebook.