Tuesday, June 23, 2026

Sel Punca alias Stem cell: Bisa untuk apa saja?

Banyak orang bertanya2: Sebenarnya, sel punca alias stem cell itu bisa untuk mengobati penyakit apa saja? Begitu banyak iklan bertebaran di medsos. Membuat sebagian besar orang, juga dokter, bingung. Mana yang benar, mana yang tidak?  Tenang... Saya jelaskan satu demi satu. Baca pelan2 ya...

Rambut yang Dicabut Bisa Tumbuh Lagi. Mengapa?

Jawabannya: Karena ada stem cell.

Di dalam akar rambut (folikel) terdapat kumpulan sel punca, stem cell, sel yang bisa berubah menjadi sel apa saja. Sering kita sebut sel induk. Bayangkan folikel ini sebagai "pabrik" pembuat rambut.

  •  Saat kamu mencabut rambut, yang tercabut biasanya hanya batang dan sebagian akarnya, tapi "pabrik"-nya masih tertinggal aman di dalam kulit.
  • Di bagian tertentu pada pabrik ini, ada sel punca yang akan "bangun dari tidur" dan bekerja saat rambut masuk ke fase tumbuh baru, lalu memproduksi batang rambut baru.

Catatan Penting: Mencabut rambut sesekali tidak akan membuatmu botak selamanya. Namun, jika kamu mencabutnya terus-menerus selama bertahun-tahun (misalnya karena kebiasaan buruk yang dalam medis disebut trikotilomania),  "pabrik" rambutnya bisa rusak, berubah menjadi jaringan parut, dan akhirnya mati. Rambut tidak bisa tumbuh lagi.

✦───

Terapi Stem Cell: Mana yang Terbukti dan Mana yang Tidak?

Jika diurutkan dari yang paling kuat buktinya secara medis hingga yang meragukan tapi banyak dipasarkan, berikut daftarnya:


🟢 Kategori A: Bukti Sangat Kuat (Sudah Jadi Standar Medis Dunia)

1. Transplantasi Stem Cell Sumsum Tulang

Ini adalah terapi stem cell yang paling sukses dan sudah dipakai puluhan tahun. Digunakan untuk menyembuhkan:

  • Leukemia (kanker darah)
  • Limfoma (sejenis kanker getah bening)
  • Multiple myeloma (kanker sel plasma di dalam sumsum tulang)
  • Aplasia sumsum tulang (sumsum tulang "mogok kerja" dan tidak bisa memproduksi sel darah)
  • Imunodefisiensi bawaan (penyakit sejak lahir yang membuat kekebalan tubuh sangat lemah)

2. Transplantasi Stem Cell pada Mata (Limbal stem cell)

Digunakan untuk pasien yang mengalami kerusakan pada lapisan bening mata (kornea) akibat luka bakar kimia atau kecelakaan. Sel punca ditumbuhkan untuk memulihkan permukaan mata agar bisa melihat lagi.

3. Cangkok Kulit

Menggunakan sel punca dari lapisan kulit terluar untuk menumbuhkan kulit baru. Sangat berguna untuk pasien luka bakar yang sangat luas atau orang dengan kelainan genetik kulit.


🟡 Kategori B:  Bukti Cukup Kuat

4. Terapi Gen + Sel Punca untuk Penyakit Darah Bawaan

Contoh: 

  • Talasemia beta (penyakit kurang darah kronis akibat kelainan bawaan)
  • Anemia sel sabit (penyakit di mana bentuk sel darah merah abnormal, melengkung seperti sabit, dan mudah pecah). Sel punca pasien diambil, diperbaiki gennya di laboratorium, lalu dimasukkan kembali ke tubuh.

5. Penolakan Transplantasi

Keadaan pasca-transplantasi sumsum tulang, di mana sel dari donor malah "menyerang" tubuh penerima. Terapi ini membantu meredam serangan tersebut.


🟠 Kategori C: Bukti Sedang 

6. Penyakit Crohn dengan Fistula Kompleks

Penyakit Crohn adalah radang usus kronis. Fistula adalah lubang abnormal yang tembus dari usus ke kulit sekitar anus. Sel punca disuntikkan ke area tersebut untuk membantu menutup lubangnya.

7. Osteonekrosis Kepala Femur 

Kondisi di mana jaringan tulang pada bagian atas tulang paha "mati" atau rusak karena kurang aliran darah. Dapat menolong pada stadium awal.

8. Perbaikan Tulang dan Tulang Rawan Tertentu

Masih terbatas dilakukan di pusat penelitian atau rumah sakit khusus.


🔴 Kategori D: Bukti Lemah / Belum Meyakinkan

9. Osteoartritis Lutut (Pengapuran Lutut)

Sangat laris dijual secara komersial. Beberapa pasien merasa nyerinya berkurang, tapi bukti bahwa sel punca bisa menumbuhkan ulang bantalan tulang rawan yang sudah aus masih belum konsisten. Kadang menolong, kadang tidak. 

10. Penyakit Berat Lainnya 

  • Gagal Jantung
  • Stroke
  • Cedera Sumsum Tulang Belakang
  • Parkinson
  • Alzheimer
  • Diabetes Tipe 1

Banyak diteliti, tapi hasilnya masih minim, belum konsisten, dan masih tahap percobaan. Belum jadi pengobatan standar.


Kategori E: Bukti Sangat Lemah / Tidak Terbukti (Hati-hati penipuan!)

Banyak klinik kecantikan atau alternatif menawarkan sel punca untuk:

  • Anti-penuaan (Anti-aging) 
  • Kebotakan
  • Autisme 
  • Cerebral palsy (kelumpuhan otak pada anak)
  • Disfungsi ereksi
  • Penyakit ginjal atau paru kronis
  • Osteoporosis (pengeroposan tulang) 
  • Penyakit autoimun
  • "Meningkatkan imun"  
  • "Detoksifikasi"

Kesimpulan: Untuk kondisi-kondisi di atas, bukti medisnya hampir tidak ada. Beda dengan keberhasilan transplantasi sumsum tulang. Tapi kesaksian orang yang begitu banyak kadang membingungkan. Masalahnya, bagi dokter, kesaksian itu bukan bukti. 

✦───

Bagaimana dengan Terapi Sel Punca untuk Peremajaan Kulit (Anti-Aging)?

Untuk urusan awet muda, bukti ilmiah penggunaan sel punca jauh lebih lemah dibandingkan pengobatan medis standar.

  • Bukti Sedang-Lemah (Cangkok Lemak): Mengambil lemak dari tubuh pasien (yang mengandung sel punca alami) lalu menyuntikkannya ke wajah untuk mengisi volume yang kempes. Kulit memang terlihat lebih segar, tapi dokter masih berdebat apakah yang bekerja itu sel punca, atau sekadar efek "bantalan" dari lemaknya.
  • Bukti Lemah (Suntikan Sel Punca / MSC): Studi masih sedikit. Ada yang bilang kulit jadi lebih kenyal, tapi belum ada kesepakatan medis bahwa ini efektif.
  • Bukti Sangat Lemah (Eksosom, Secretome, Facial Sel Punca): Ini sangat laris di klinik estetika. Tapi buktinya kebanyakan baru sebatas percobaan di lab atau pada hewan. Istilah kerennya sering kali lebih duluan maju daripada bukti ilmiahnya pada manusia.

✨ Sebenarnya, Apa yang Paling Terbukti Ampuh untuk Peremajaan Kulit?

Jika ingin memperbaiki tanda penuaan, bukti medisnya jauh lebih kuat untuk cara-cara konvensional ini:

  1. Krim Retinoid / Tretinoin (krim turunan vitamin A untuk kulit)
  2. Tabir surya (Sunscreen) dipakai setiap hari
  3. Laser resurfacing (perawatan laser untuk memperhalus tekstur kulit)
  4. Chemical peeling (pengelupasan kulit menggunakan cairan kimia khusus yang aman)
  5. Microneedling (terapi tusuk jarum-jarum sangat halus untuk merangsang kolagen)
  6. Botulinum toxin (suntik Botox untuk melemaskan otot wajah agar kerutan hilang)
  7. Filler asam hialuronat (suntik filler untuk mengisi garis halus atau volume wajah yang kempes)

Fakta Menarik: Perawatan-perawatan konvensional di atas bekerja dengan cara membangunkan dan merangsang sel punca yang sudah ada di kulit kita sendiri secara alami, jadi kita tidak perlu repot-repot menyuntikkan sel punca dari luar.

Kesimpulan Akhir: Untuk peremajaan kulit, terapi sel punca saat ini statusnya baru "menjanjikan" tapi belum terbukti kuat. Klaim "stem cell anti-aging" di klinik-klinik estetika kebanyakan hanyalah iming-iming pemasaran yang melenceng dari fakta ilmiah saat ini.


Saturday, February 28, 2026

My Way ...



Wawancara dengan Paul Anka, si penulis lirik

+ Kamu orang yang menulis lirik My Way, kan?

.- Ya, Sinatra itu sosok yang sangat menginspirasi. Waktu itu kejadiannya begini: saya makan malam dengannya di Florida. Akhir 1960-an, dia sedang syuting film berjudul Lady in Cement.

+ Saya masih ingat judulnya.

.- Dengan judul seperti itu, bagi orang-orang seperti kami waktu itu, film itu bahkan bisa saja terasa seperti film dokumenter.

Dia mengajak saya makan malam dan berkata, “Saya akan berhenti dari dunia hiburan. Sudah cukup. Rat Pack sudah selesai. Saya lelah. Tapi saya akan membuat satu album lagi dengan Don Costa. Dia tidak pernah menuliskan lagu untuk saya.”

Padahal Don Costa adalah orang yang pertama kali menemukan saya. Saya selalu memberi dia seluruh penghargaan pada nya atas itu. Bahkan saya yang memperkenalkannya kepada Sinatra. Jadi saya bilang, “Benarkah?” Dia jawab, “Saya berhenti. Dia tidak pernah menulis lagu untuk saya.”

Waktu saya bergaul dengan Sinatra, jelas saya tidak mungkin memberinya lagu seperti Puppy Love atau Lonely Boy. Dia mungkin akan melempar saya keluar lewat jendela.

Saya kembali ke New York. Tengah malam, di apartemen saya, saya mulai menulis—secara metaforis. “ And now the end is near…” Dan lagu itu seperti menulis dirinya sendiri. Lima jam kemudian saya meneleponnya di Caesars Palace. Saya berkata, “Sir, saya punya sesuatu untuk Anda.” Dia menjawab, “Bawa kemari.”

Saya terbang ke sana. Malam berikutnya saya menyanyikannya untuk dia. Dia berkata, “Kid.” Itu panggilan akrabnya untuk saya. “Kid, saya suka. Saya akan membawakannya.”

Dua bulan kemudian dia menelepon saya dari studio di Los Angeles. “Kid, dengarkan ini.” Dia mengambil telepon dan menempelkannya ke speaker. Dan untuk pertama kalinya saya mendengar My Way. Lagu itu menjadi hit besar baginya. Dia bertahan sepuluh tahun lagi di dunia hiburan. Itu selalu membuat saya terkesan.

“Kamu orang Kanada, ya?”

“Yes, Sir.”

“Agak aneh juga seorang Kanada menulis lirik seperti itu.”

“Kenapa begitu?”

“I did it my way.” Kedengarannya sangat mirip Trump 😃 😃😊🩷💐💕

========================


"My Way"

And now, the end is near

And so I face the final curtain

My friend, I'll say it clear

I'll state my case, of which I'm certain

I've lived a life that's full

I traveled each and every highway

And more, much more than this, I did it my way

-----

The end is near, bukan berarti akan mati. Tapi dia akan mengakhiri kariernya.

Lagu aslinya lagu Perancis. 👇🏻👇🏻

https://youtu.be/qjpRSREHX1Y?si=8GjTrBNcFxofwWRA

Monday, January 12, 2026

Paus Leo mengaum

 


Paus Leo Mengecam “Semangat Perang” Dunia dalam Pidato Keras di Vatikan

Ringkasan

  • Paus Leo menyampaikan pidato tahunan pertamanya kepada para diplomat di Vatikan
  • Leo, Paus pertama asal AS, mengecam penggunaan militer untuk tujuan diplomatik
  • Paus mendesak pemerintah untuk “menghormati kehendak” rakyat Venezuela

VATIKAN, 9 Jan (Reuters) – Paus Leo pada hari Jumat mengecam penggunaan kekuatan militer sebagai sarana untuk mencapai tujuan diplomatik, dalam pidato kebijakan luar negeri tahunan yang luar biasa keras, di mana ia juga menyerukan agar hak asasi manusia dilindungi di Venezuela.

Leo, Paus pertama asal Amerika Serikat, mengatakan bahwa lemahnya organisasi-organisasi internasional dalam menghadapi konflik global merupakan “alasan khusus untuk keprihatinan”.

“Diplomasi yang mendorong dialog dan mencari konsensus di antara semua pihak sedang digantikan oleh diplomasi yang berbasis pada kekuatan,” kata Leo kepada sekitar 184 duta besar yang terakreditasi di Vatikan.

“Perang kembali menjadi tren, dan semangat untuk berperang sedang menyebar,” kata Leo, yang terpilih menjadi Paus pada bulan Mei.

“HORMATI KEHENDAK” RAKYAT VENEZUELA, KATA LEO

Merujuk pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS atas perintah Presiden Donald Trump akhir pekan lalu, Paus menyerukan agar pemerintah-pemerintah dunia “menghormati kehendak” rakyat Venezuela ke depan.

Negara-negara harus “melindungi hak asasi manusia dan hak-hak sipil” rakyat Venezuela, tambah Leo.

Komentar Leo tersebut merupakan bagian dari pidato yang kadang disebut sebagai pidato Paus tentang “keadaan dunia”. Ini adalah pidato pertama yang disampaikan oleh Leo, yang terpilih setelah wafatnya Paus Fransiskus.

Baik duta besar Amerika Serikat maupun Venezuela untuk Tahta Suci termasuk di antara para hadirin dalam acara tersebut.

Leo, yang sebelumnya adalah Kardinal Amerika Serikat Robert Prevost, selama puluhan tahun bertugas sebagai misionaris di Peru sebelum menjadi Paus. Ia sebelumnya pernah mengkritik beberapa kebijakan Trump, khususnya mengenai imigrasi, tetapi tidak menyebutkan nama presiden AS itu secara langsung dalam pidato hari Jumat.

Selama delapan bulan pertama masa kepausannya, Leo menunjukkan nada yang lebih tenang dan diplomatis dibandingkan pendahulunya, Fransiskus, yang sering menjadi sorotan media karena komentar spontan.

LEO MENGGUNAKAN NADA YANG LEBIH KERAS

Namun dalam pidato berdurasi 43 menit pada hari Jumat, Leo menggunakan nada yang lebih keras — dengan tegas mengecam konflik-konflik yang terus berlangsung di dunia, sekaligus mengecam praktik aborsi, eutanasia, dan kelahiran melalui ibu pengganti (surrogate).

Dalam bahasa yang jarang digunakan oleh seorang Paus, Leo juga memperingatkan bahwa kebebasan berekspresi sedang “menyusut dengan cepat” di negara-negara Barat.

“Sedang berkembang suatu bahasa bergaya Orwell yang baru, yang dalam upaya untuk menjadi semakin inklusif, justru berakhir dengan mengecualikan mereka yang tidak sejalan dengan ideologi-ideologi yang mendorongnya,” katanya.

Paus juga mengkritik apa yang ia sebut sebagai “bentuk diskriminasi agama yang halus” yang dialami oleh umat Kristen di Eropa dan di seluruh kawasan Amerika.


https://www.reuters.com/world/europe/pope-leo-decries-diplomacy-based-force-speech-vatican-envoys-2026-01-09/

Thursday, January 8, 2026

Kasih sayang kakak pada adiknya


Agustus 1905. Ruth Patterson umur empat belas tahun ketika dia membuat keputusan yang akan mengubah kehidupannya dan  adiknya selamanya.

Kedua orang tua mereka tewas dalam kebakaran rumah petak mereka. Ruth dan adik laki-lakinya Daniel yang baru berusia enam minggu dikirim ke sebuah panti asuhan di New York. Di sana, Ruth menerima kabar yang menghancurkan: panti itu tidak akan menempatkan seorang bayi dan seorang remaja bersama. Daniel akan dikirim ke tempat lain sampai cukup besar untuk diadopsi. Ruth akan ditempatkan sendirian.

Ruth menolak. Berontak. 

Pada pagi hari kereta api berangkat menuju Nebraska, Ruth mencuri Daniel dari ruang bayi dan menyembunyikannya di dalam sebuah tas besar dari kulit. Pengasuh mengira tas itu hanya berisi sedikit barang milik Ruth. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Ruth diam-diam telah melubangi bagian bawah tas itu untuk memberi jalan napas bagi adiknya.

Selama tiga hari, Ruth menyembunyikan adik bayinya di dekat kakinya. Ia berhasil menjaga Daniel tetap sangat tenang saat naik kereta, menenangkannya di gerbong yang berguncang, memberinya makan saat kereta berhenti malam hari, dan menggantikan popoknya di kamar kecil kereta setiap kali ada kesempatan. Setiap saat ia takut ketahuan—karena itu berarti dikirim kembali ke New York dan dipisahkan selamanya.

Bayi Daniel tidak pernah ditemukan.

Di sebuah stasiun di Nebraska, sepasang petani, keluarga Johnson, memilih Ruth untuk diasuh mereka karena terkesan oleh kekuatan dan kedewasaannya. Mereka menaikkan Ruth dan tas nya ke gerobak dan membawanya pulang. Setelah tiba di ladang pertanian, n baru lah Ruth membuka tas itu—dan memperlihatkan bayi Daniel di dalamnya.

Johnson dan  istrinya terkejut.

Dengan gemetar, Ruth menceritakan semuanya: kebakaran, aturan panti asuhan, pencurian, penyembunyian, dan ketakutannya kehilangan adiknya. Ia memohon agar mereka tidak mengirim Daniel kembali sendirian. Ketika pasangan itu memandang bayi tersebut—dan wajah Ruth yang kelelahan—mereka melihat bukan penipuan, melainkan cinta kasih yang putus asa.

Setelah berdiskusi singkat, mereka membuat keputusan.

“Kami dikirimi dua anak,” kata mereka. “Kami akan membesarkan keduanya.”

Sebuah foto tintype yang diambil hari itu juga menunjukkan Ruth, usia empat belas tahun, menggendong Daniel yang berusia enam minggu, berdiri di samping tas yang telah menyelamatkan nyawanya. Wajahnya menunjukkan kelegaan murni. Di belakang mereka, keluarga Johnson tersenyum—yang semula bersiap menerima satu anak dan memilih membuka hati untuk dua.

Ruth dan Daniel dibesarkan bersama di pertanian keluarga Johnson. Daniel memakai nama keluarga Johnson tetapi selalu mengetahui nama lahirnya—dan fakta: bahwa kakaknya telah mempertaruhkan segalanya demi menjaganya tetap aman. Ruth kemudian menikah dan tetap dekat dengan Daniel sepanjang hidupnya. Keluarga Johnson tidak pernah melaporkan tindakan Ruth, karena mereka percaya cinta lebih penting daripada aturan.

Ruth hidup sampai usia 87 tahun dan meninggal pada 1978. Daniel meninggal pada 1974 di usia 69 tahun. Mereka berbagi hampir tujuh dekade bersama karena seorang gadis remaja menolak membiarkan adiknya direnggut darinya—dan karena satu keluarga memilih belas kasih daripada kemudahan.

Dalam sebuah kesaksian pada tahun 1975, Ruth berkata sederhana:

“Foto itu menunjukkan seperti apa rupa cinta. Keputusasaan untuk tetap bersama. Kemurahan hati untuk merawat seorang bayi yang sebenarnya tidak kamu harapkan.”

** Dari Facebook.