Berikut adalah foto Brian Berletic, seorang analis geopolitik independen—juga dikenal sebagai tokoh di balik Land Destroyer dan The New Atlas.
Siapa Brian Berletic?
Latar Belakang & Identitas
-
Nama Lengkap: Brian Joseph Thomas Berletic, identitas sebenarnya dari penulis anonim "Tony Cartalucci" (Khaosod English, WikiSpooks).
-
Kewarganegaraan & Lokasi: Warga Amerika Serikat yang menetap di Bangkok, Thailand (Khaosod English, WikiSpooks).
-
Karier Awal: Bergabung dengan United States Marine Corps pada usia 17—lulus SMA, kemudian meninggalkan militer dan AS sekitar tahun 2003–2004 (WikiSpooks, Tntradio Live).
-
Profesi Awal: Industri desainer, kini fokus menulis dan mengulas geopolitik (Khaosod English, Oped News, Tntradio Live).
Alasan Menggunakan Nama Samaran
– Memakai nama pena “Tony Cartalucci” untuk melindungi identitas dan keluarganya dari potensi serangan atau stigma yang muncul akibat kritiknya terhadap kebijakan AS (Khaosod English).
Jejak Karier & Platform
-
Land Destroyer Report: Blog awal yang digunakan sejak lebih dari satu dekade lalu untuk kritik terhadap intervensi AS di Asia Tenggara (WikiSpooks, Patreon, Geopolitics and Empire).
-
The New Atlas: Platform baru yang sekarang digunakan untuk menampilkan tulisan dan video analisis secara lebih terbuka, setelah identitasnya terungkap (Patreon, Natylies Baldwin).
-
Konten & Media: Lebih dari 2.500 artikel dan 700 video—menyelidiki peran media, US NED (National Endowment for Democracy), 'color revolutions', dan konflik global seperti Ukraina, China, dan Suriah (Tntradio Live, Geopolitics and Empire, TheAltWorld, WikiSpooks).
Perspektif & Fokus Geopolitik
Kritik terhadap AS dan "Western Hegemony"
-
Menyoroti upaya AS dalam menciptakan regime change lewat NED dan NGO—sisi lain dari operasi CIA, menurutnya (Khaosod English, Geopolitics and Empire).
-
Menganalisis pola warna revolusi di Asia Tenggara, Hong Kong, Arab Spring sebagai bagian jaringan intervensi global (Geopolitics and Empire, WikiSpooks, Khaosod English).
Israel, China, Rusia, Ukraina, dan Suriah
-
Melihat konflik Ukraina sebagai 'perang AS melalui proxy' melawan Rusia, dengan tujuan memperpanjang konfrontasi geopolitik (WikiSpooks, TheAltWorld).
-
Membahas China sebagai rival kekuatan multipolar, dan AS merencanakan strategi untuk membendungnya sebelum mencapai supremasi ekonomi/militer di 2030-an (WikiSpooks).
-
Mengulas bagaimana media Barat membentuk narasi palsu, misalnya penyajian insiden seperti Bucha atau Uyghur di Xinjiang, untuk mendiskreditkan musuh geopolitik (Geopolitics and Empire, WikiSpooks).
Reaksi Masyarakat & Kontroversi
Pembatasan Platform dan Tuduhan Konspirasi
-
Akunnya di Facebook dan Twitter dihentikan oleh platform karena diduga terlibat dalam "coordinated inauthentic behaviour" (WikiSpooks, Sarawak Report).
-
Ia dituduh sebagai penyebar propaganda dan teori konspirasi tanpa bukti ilmiah yang kuat (Sarawak Report).
Pujian dari Komunitas Opini Alternatif
-
Banyak pengikut di forum-forum independen puji kejelasan analisisnya:
“Brian Berletic is one of the best geo political analysers in the business. He is articulate and concise…” (Reddit)
“Brian berletic is a an extremely important voice of truth uncovering the lies and misinformation of the corporate western media and USA deep state…” (Reddit) -
Komentar juga mencerminkan pandangan kritis terhadap narasi mainstream, meskipun juga ada yang meragukan kredibilitasnya, menyebutnya "keyboard warrior" atau "joke" dalam konteks tertentu (Reddit).
Ringkasan Singkat
| Poin Utama | Detail |
|---|---|
| Identitas | Brian Berletic (Tony Cartalucci), mantan US Marine, tinggal di Bangkok |
| Platform | Land Destroyer → The New Atlas |
| Fokus Analisis | Intervensi geopolitik AS, propaganda, revolisi warna, konflik besar |
| Kontroversi | Diblokir di media sosial, dituduh teori konspirasi |
| Pendukung | Dihargai di komunitas oposisi media mainstream |
Kesimpulan:
Brian Berletic merupakan figur kontroversial dalam lanskap analisis geopolitik alternatif. Dia menghadirkan pandangan kritis terhadap intervensi dan narasi Barat, menggunakan pendekatan investigatif—meskipun skeptisisme terhadap metodologi dan kecenderungan interpretatifnya tetap kuat di sebagian kalangan.
No comments:
Post a Comment