Monday, December 8, 2025

Penganiayaan anak tiri

 


Cinderella. Itu contoh klasik dari penganiayaan anak tiri. Tapi, tahukah Anda, keadaan apa yang paling sering menyebabkan penganiayaan anak? Ya itu tadi, anak tiri.

✦───

Mengapa Kekerasan Terbanyak Terjadi pada Anak Tiri?

Setiap kali muncul berita kekerasan terhadap anak, sering ada pola yang berulang: pelaku adalah ayah tiri atau ibu tiri; kadang bersama ayah dan ibu kandung. Banyak orang heran,

“Benarkah risikonya bisa sampai puluhan kali lebih besar?”

Jawabannya: ya, secara statistik memang jauh lebih tinggi, meskipun tentu tidak berarti semua orang tua tiri itu berbahaya.

Mengapa bisa begitu?

Penelitian psikologi evolusioner mulai 1980-an—yang kemudian dikenal sebagai Cinderella Effect—menemukan bahwa anak yang hidup dengan orang tua tiri memiliki risiko penganiayaan berat 10–40 kali lipat, dan untuk kasus fatal, kematian, bisa mencapai 70–100 kali lipat. Angka terdengar mengejutkan, tetapi ada penjelasannya.

Apakah itu berarti orang tua tiri tidak punya kasih sayang?

Bukan begitu. Banyak ayah dan ibu tiri yang merawat anak dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Tetapi secara rata-rata, ikatan emosional dengan anak kandung otomatis jauh lebih kuat. Ikatan dengan anak tiri harus dibangun perlahan, dan tidak selalu berhasil di situasi rumah yang penuh tekanan.

Sumber masalah terbesar justru adalah stres.

Rumah tangga baru sering membawa masalah ekonomi, kecemburuan, konflik pasangan, atau perbedaan gaya pengasuhan. Ketika ada anak kecil yang membutuhkan perhatian, stres itu bisa memuncak.

Mengapa risiko lebih tinggi pada anak balita?

Karena balita lebih rentan, lebih sering menangis sehingga menjengkelkan ortu tiri, dan lebih memerlukan pengawasan terus-menerus. Pada kondisi emosi yang tidak stabil, kemarahan orang dewasa dapat meledak menjadi kekerasan fisik.

Namun penting diingat: Risiko absolut sebenarnya tetap rendah. Dari jutaan keluarga tiri, sebagian besar berjalan baik. Hanya saja, jika dibandingkan dengan keluarga kandung, secara statistik perbandingan kasus berat memang bisa “100 kali lipat”.

Mengapa masyarakat perlu tahu hal ini?

Agar kita lebih sensitif terhadap sinyal bahaya. Guru, tenaga kesehatan, dan tetangga harus lebih peka ketika mendengar cerita anak tiri yang tampak takut, lebam berulang, atau menarik diri.

Dan bagi keluarga tiri itu sendiri, pemahaman tentang risiko ini membantu mereka mencari dukungan lebih awal—konseling, manajemen stres, atau bantuan keluarga besar.

Pengetahuan ini bukan untuk menyalahkan, tetapi agar anak lebih aman dan keluarga tiri lebih sehat.

=========================


Pembunuhan anak oleh ayah tiri dan ibu kandung.

Kasus di Indonesia juga banyak. 👇🏻👇🏻

Arie Hanggara

https://id.wikipedia.org/wiki/Arie_Hanggara.

Ayah cuma dihukum 5 tahun. Ibu 2 tahun.

Alvaro Kiano

https://news.detik.com/berita/d-8244281/5-fakta-terkini-usai-kerangka-alvaro-kembali-ke-keluarga

Ini kasus baru... Saya tidak nonton TV. Tidak rutin baca Detik, Kompas. Jadi cuma tahu kalau di-share di group

========================

Ternyata cerita rakyat di Indonesia juga banyak yang seperti itu 👇🏻👇🏻


No comments:

Post a Comment