Blackmores Dituduh: Kandungan Vitamin B6 Terlalu Tinggi. Class Action di Australia?
Oleh: Dr. E. Nugroho
Baca catatan paling bawah. Itu terpenting.
Di Australia, nama Blackmores sudah lama dikenal sebagai produsen suplemen kesehatan terpercaya. Tapi belakangan ini, perusahaan itu sedang jadi sorotan. Produk mereka yang cukup populer, Blackmores Super Magnesium+, dituduh mengandung kadar vitamin B6 yang terlalu tinggi — bahkan berpotensi membahayakan.
Sejumlah konsumen di Australia mengaku mengalami gejala seperti kesemutan, mati rasa di tangan dan kaki, bahkan gangguan saraf, setelah mengonsumsi suplemen tersebut secara rutin. Gejala-gejala ini dikenal dalam dunia medis sebagai neuropati perifer, dan bisa disebabkan oleh kelebihan vitamin B6 (piridoksin), terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dan jangka panjang.
Apa yang Terjadi?
Blackmores Super Magnesium+ mengandung 50 mg vitamin B6 per tablet — jauh di atas kebutuhan harian normal yang hanya sekitar 1–2 mg untuk orang dewasa. Meski dosis ini masih berada di bawah batas maksimal harian yang diizinkan di Australia (100 mg), beberapa ahli mulai mempertanyakan: apakah ambang batas ini benar-benar aman?
Beberapa pengguna mengaku mereka mengonsumsi produk ini sesuai petunjuk di label — namun tetap mengalami efek samping yang cukup serius.
Munculnya Gugatan Class Action
Dengan semakin banyaknya laporan serupa, kini muncul wacana adanya class action — gugatan hukum bersama yang diajukan sekelompok orang dengan keluhan serupa. Firma hukum Carbone Lawyers di Melbourne, misalnya, telah mengumpulkan data dari para konsumen yang merasa dirugikan oleh produk ini. Mereka mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke pengadilan.
Jika class action benar-benar diajukan, maka ini bisa menjadi salah satu gugatan terbesar di Australia yang melibatkan produk suplemen. Kasus ini bisa membuka kembali perdebatan soal regulasi vitamin dan suplemen di Australia, yang selama ini tergolong longgar dibandingkan obat-obatan.
Apa Kata Pihak Blackmores?
Hingga saat ini, Blackmores menyatakan bahwa semua produk mereka telah lolos uji keamanan dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh regulator kesehatan Australia, yaitu Therapeutic Goods Administration (TGA). Mereka juga mengingatkan bahwa semua suplemen harus dikonsumsi sesuai petunjuk, dan sebaiknya atas saran tenaga kesehatan.
Namun pernyataan ini belum memuaskan sebagian konsumen — terutama mereka yang merasa efek samping muncul meski mereka sudah mengikuti petunjuk pemakaian dengan benar.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa suplemen pun bisa punya efek samping. Banyak orang mengira karena dijual bebas dan terkesan “alami,” maka suplemen pasti aman. Padahal, jika tidak hati-hati, dosis berlebih vitamin atau mineral tertentu justru bisa menyebabkan gangguan kesehatan.
Untuk masyarakat umum, berikut beberapa tips sederhana:
-
Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi suplemen.
-
Baca label dengan seksama dan perhatikan dosis harian. (Ini selalu disebut orang. Tapi kamu tahu yang kamu baca? Hehehe... )
-
Jika muncul gejala aneh seperti kesemutan, lemas, atau gangguan saraf, segera hentikan penggunaan dan periksakan diri.
Kasus Blackmores ini masih berkembang. Tapi satu hal sudah jelas: saat bicara soal kesehatan, hati2 lah. Ini selalu lebih baik daripada penyesalan.
Catatan penting:
- Jangan minum vitamin suplemen terlalu banyak.
- Kalau ada masalah kesehatan karena diduga kurang vitamin atau mineral, boleh minum dosis tinggi sesuai brosur selama 1 - 2 minggu. Kalau benar penyakit karena kekurangan zat tadi, seharusnya ada perbaikan, bukan? Kalau sudah membaik atau sembuh, minum dosis standar alias dosis kecil. Untuk vitamin B6 dosis 1 - 10 mg boleh lah.
- Kalau dalam 1 bulan neuropati tidak ada perbaikan, kemgknan besar itu bukan defisiensi vitamin B. Atau ada
- Diabetes
- Sindroma malabsorpsi, usus tidak bisa menyerap zat tertentu
- Penyakit autoimun
- Toksin, dll.
- atau kerusakan saraf telah permanen, dsb. Dokter saraf bisa memeriksa lebih lanjut.
- Neurobion
- Neurodex
- Dll.
Terpenting
- Tuduhan dan class action TIDAK BERARTI tuduhan itu bener. Juga sekali pun Blackmore kalah di pengadilan nanti.
- Di negara barat orang sering melakukan class action untuk cari duit. Dan itu duit gede ‼

No comments:
Post a Comment